sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar resmi melakukan penyesuaian rute dan tata kelola kawasan Car Free Day (CFD) di seputaran Lapangan Cindua Mato. Kebijakan ini tidak sekadar merapikan arus kegiatan, tetapi dirancang untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih tertib sekaligus menguatkan denyut ekonomi lokal melalui Pasar Kuliner CFD.
Salah satu perubahan strategis adalah pemindahan pedagang yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Sutoyo ke lokasi baru yang lebih representatif, yakni area Eks TK Bhayangkari. Penataan ini dilakukan agar jalur utama olahraga tetap steril dan nyaman bagi peserta CFD.
Pemkab memastikan lokasi baru tersebut berada tepat di jalur sirkulasi pejalan kaki dan peserta olahraga. Dengan desain rute yang diperbarui, masyarakat tetap dapat dengan mudah mengakses jajanan dan produk UMKM tanpa mengganggu aktivitas olahraga di lintasan utama.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan bahwa penataan ini merupakan langkah strategis untuk menyeimbangkan dua kepentingan publik: kesehatan dan ekonomi.
“CFD harus menjadi ruang publik yang sehat, tertib, dan nyaman. Di saat yang sama, kita ingin UMKM tetap tumbuh. Karena itu penataan ini bukan menggusur, melainkan mengatur agar semua mendapat ruang yang adil,” ujarnya singkat.
Menurutnya, penataan kawasan publik harus berbasis keteraturan dan keberlanjutan. CFD bukan hanya ajang olahraga mingguan, tetapi juga wadah interaksi sosial dan perputaran ekonomi masyarakat.
Dengan langkah ini, Pemkab Tanah Datar ingin memastikan Lapangan Cindua Mato tidak hanya menjadi pusat aktivitas fisik, tetapi juga ruang produktif yang memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan ketertiban dan kenyamanan bersama(d13)












