sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Masjid Al Faizin Pincuran VII, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Sabtu (20/2), bukan sekadar agenda silaturahmi. Dari kunjungan perdana Ramadan itu, pesan pembangunan dan penguatan solidaritas pascabencana ditegaskan.
Rombongan dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Sumbar Ny. Arimby Arry, pimpinan Bank Nagari, penceramah Ustaz Rahimul Amin, serta jajaran kepala OPD provinsi dan kabupaten.
Dalam sambutannya, Arry memaparkan prioritas pembangunan Sumbar, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi rakyat, hingga pemerataan infrastruktur. Untuk Tanah Datar, ia memastikan pembangunan jembatan di Simpang Manunggal yang rusak akibat bencana tengah berproses tender. Rehabilitasi ruas jalan Baso–Batusangkar juga masuk agenda tahun ini.
“Pemerataan infrastruktur menjadi fokus kami agar konektivitas masyarakat tidak terhambat, terutama di daerah yang terdampak bencana,” tegasnya.
Namun lebih dari sekadar proyek fisik, Arry mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di daerah rawan bencana seperti Tanah Datar. Ia mengajak masyarakat menghindari aktivitas yang merusak alam demi meminimalkan risiko bencana di masa depan.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Sumbar menyerahkan bantuan Rp50 juta untuk Masjid Al Faizin, tambahan Rp5 juta dari Bank Nagari, serta 40 Al-Qur’an sumbangan ASN Pemprov Sumbar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi mewakili Bupati Tanah Datar menyebut kunjungan ini sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah provinsi terhadap masyarakat Tanah Datar, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana.
Ia mengungkapkan bahwa Tanah Datar kini memasuki tahap rekonstruksi, termasuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak yang lokasinya berdampingan dengan kawasan hunian terpadu korban banjir bandang lahar dingin Merapi 2024.
“Perhatian dari pemerintah provinsi dan pusat menjadi energi besar bagi kami untuk bangkit. Sinkronisasi program sangat penting agar pembangunan berjalan searah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Safari Ramadan ini pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar kunjungan seremonial. Ia menjelma ruang konsolidasi—menghubungkan mimbar keagamaan dengan komitmen pembangunan, serta menegaskan bahwa pemulihan Tanah Datar bukan hanya soal membangun kembali yang rusak, tetapi juga merawat harapan masyarakatnya(d13)












