TERBARU

Desak Percepatan Penanganan, Doni Harsiva Yandra Minta Jalan Pasar Baru–Alahan Panjang Segera Dikerjakan

29
×

Desak Percepatan Penanganan, Doni Harsiva Yandra Minta Jalan Pasar Baru–Alahan Panjang Segera Dikerjakan

Sebarkan artikel ini

Padang, relasipublik – Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra, menegaskan penanganan ruas Jalan Pasar Baru–Alahan Panjang serta Jembatan Anduriang di Kabupaten Padang Pariaman harus segera direalisasikan pada tahun depan.

Penegasan itu disampaikan Doni usai rapat kerja Komisi IV DPRD Sumbar bersama sejumlah instansi teknis terkait penanganan infrastruktur pascabencana, Senin (11/5/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Menurut Doni, dua proyek tersebut sudah menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan kini berada dalam tahap perencanaan teknis. Ia berharap proses administrasi dan penganggaran dapat dipercepat agar pengerjaan fisik segera dimulai.

“Khusus ruas jalan Pasar Baru–Alahan Panjang itu di-handle oleh pusat, termasuk Jembatan Anduriang di Padang Pariaman,” kata Doni.

Ia menyebut pihak balai teknis telah memaparkan progres penanganan dalam rapat tersebut. Saat ini, proyek masih berada pada tahap perencanaan awal sebelum masuk proses eksekusi.

“Dari pihak balai tadi disampaikan masih tahap perencanaan. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dieksekusi,” ujarnya.

Doni menilai percepatan rehabilitasi infrastruktur pascabencana membutuhkan koordinasi kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Karena itu, seluruh instansi teknis diminta bergerak cepat menyiapkan kebutuhan administrasi dan dokumen pendukung agar proyek tidak tertunda.

Ia mengatakan sebagian besar proyek penanganan infrastruktur di Sumbar memang menggunakan dukungan anggaran pemerintah pusat. Namun, pemerintah daerah tetap memegang peran penting dalam menyiapkan kelengkapan administrasi dan dokumen teknis.

Menurutnya, kesiapan Detail Engineering Design (DED) menjadi salah satu kunci agar pengalokasian anggaran pusat tidak terhambat.

“Kalau DED sudah siap, nanti pemerintah pusat tinggal mengalokasikan anggaran pengerjaannya,” katanya.

Selain jalan dan jembatan, Doni menyebut rehabilitasi pascabencana di Sumbar juga mencakup normalisasi sungai, perbaikan irigasi, hingga pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana dalam beberapa waktu terakhir.

“Kita ingin koordinasi ini lebih optimal supaya rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan maksimal,” tutupnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *