Kabupaten Tanah Datar

Di Tengah Hujan dan Perbedaan, Idulfitri Tanah Datar Menemukan Makna Keteguhan

7
×

Di Tengah Hujan dan Perbedaan, Idulfitri Tanah Datar Menemukan Makna Keteguhan

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Hujan yang mengguyur Batusangkar tak menyurutkan langkah ribuan jamaah menuju Lapangan Cindua Mato, Sabtu (21/3). Di tengah perbedaan penetapan 1 Syawal, pelaksanaan Salat Id justru menjadi penanda keteguhan—bahwa ibadah dan kebersamaan tetap berjalan di atas segala situasi.

Salat yang dimulai pukul 07.45 WIB itu dipimpin Imam H. Dodi Hendra, dengan khutbah oleh Kepala Kemenag Tanah Datar, H. Amril, yang menekankan Idulfitri sebagai proses kembali ke kesucian, bukan sekadar seremoni tahunan.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Arfiansyah Noor, Eka Putra, Zuldafri Darma, serta Anton Yondra.

Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra kembali menegaskan sikap pemerintah daerah yang memilih merangkul perbedaan. Dengan dua waktu pelaksanaan Idulfitri tahun ini, pemerintah tetap memfasilitasi seluruh kelompok tanpa membuka ruang konflik.

“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi jalan memperkuat ukhuwah,” menjadi pesan yang ditegaskan di hadapan jamaah.

Senada, Ketua DPRD Anton Yondra menilai substansi Lebaran tidak terletak pada keseragaman waktu, melainkan pada kemampuan masyarakat menjaga kebersamaan—terutama di tengah proses pemulihan pascabencana.

Peristiwa ini menunjukkan wajah lain Idulfitri di Tanah Datar: bukan hanya perayaan kemenangan, tetapi juga ujian ketahanan sosial. Di bawah hujan dan perbedaan, masyarakat justru memperlihatkan kedewasaan dalam beragama dan hidup bersama(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *