Solok, Relasipublik.com — Persaingan menuju kursi Wali PAW (Pergantian Antar Waktu) Nagari Saniang Baka semakin memanas dengan munculnya empat kandidat yang siap bertarung secara terbuka dan demokratis. Keempat bakal calon tersebut yakni Ade Patria, Mukhrizon, Eri, dan Antri Sopen.
Masing-masing kandidat hadir dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nagari Saniang Baka.
Dalam suasana kebersamaan yang terlihat di lingkungan Kantor BPN Nagari Saniang Baka, Kamis 2/4/2026, para kandidat tampak kompak dan menunjukkan sikap saling menghargai.
Momen tersebut menjadi sinyal positif bahwa kontestasi akan berlangsung dalam nuansa politik yang sehat dan penuh kekeluargaan.
Ade Patria menyampaikan bahwa dirinya siap berkompetisi dengan mengedepankan strategi pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya transparansi serta pelayanan publik yang maksimal.
Mukhrizon menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan infrastruktur nagari serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, strategi pembangunan harus terarah dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Eri menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah nagari dan masyarakat. Ia percaya bahwa sinergi yang baik akan menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan nagari secara menyeluruh.
Di sisi lain, Antri Sopen mengusung pendekatan politik berbasis pemberdayaan masyarakat dan potensi lokal. Ia menilai bahwa pembangunan nagari harus bertumpu pada kekuatan ekonomi masyarakat itu sendiri.
Sejumlah tokoh masyarakat menyambut baik kehadiran keempat kandidat tersebut. Mereka berharap proses pemilihan dapat berjalan dengan lancar, damai, serta melahirkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa perubahan nyata.
Dengan semakin dekatnya tahapan pemilihan, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menentukan pilihan secara bijak. Partisipasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat nagari.
Keempat kandidat juga sepakat untuk menjunjung tinggi etika politik serta menghindari praktik-praktik yang dapat memecah belah persatuan. Mereka berkomitmen menjaga suasana tetap kondusif selama proses berlangsung.
Kontestasi ini diprediksi akan berlangsung menarik, mengingat masing-masing kandidat memiliki basis dukungan yang kuat.
Namun demikian, semangat persatuan dan tujuan pembangunan nagari tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak.( A5)












