sumbar.relasipublik.com // Padang Panjang
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui program Maganghub Batch 2 Tahun 2026 resmi menuntaskan penempatan puluhan peserta magang di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang. Pelepasan peserta yang berlangsung di aula Rutan, Sabtu (23/05), berlangsung haru setelah enam bulan kebersamaan yang meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Program Maganghub Kemnaker dirancang untuk mencetak talenta muda siap kerja sekaligus mempersempit jurang antara teori kampus dengan realitas dunia kerja. Program ini menyasar lulusan Sarjana (S1) maksimal satu tahun setelah wisuda, dengan masa magang selama enam bulan, terhitung sejak 24 November 2025 hingga 23 Mei 2026.
Dari hasil seleksi, sebanyak 33 peserta diterima menjalani magang di Rutan Kelas IIB Padang Panjang dengan berbagai posisi strategis. Mereka terdiri dari 4 psikolog, 4 sosiolog, 3 psikiater, 7 pembina kepribadian, 7 pembina kemandirian, 4 pengelola fasilitas umum, 1 pengelola BMN, 2 apoteker, dan 1 perawat kesehatan.
Selama menjalani magang, para peserta tidak sekadar mengamati rutinitas lembaga pemasyarakatan dari balik meja administrasi. Mereka terlibat langsung dalam berbagai program pembinaan warga binaan, mulai dari kegiatan belajar mengajar bagi warga binaan tuna aksara, program konseling untuk membantu perubahan perilaku dan penyelesaian persoalan emosional-sosial, hingga pembinaan kemandirian berupa kesenian randai, peternakan, dan perkebunan.
Pengalaman itu ternyata mengubah cara pandang banyak peserta terhadap kehidupan di balik jeruji besi.
Salah seorang peserta magang, Azi Maturrahmi, mengaku sempat dihantui rasa takut sebelum menjalani program tersebut. Namun persepsi itu berubah total setelah ia merasakan langsung suasana di dalam Rutan.
> “Awal saya mendaftar untuk magang di Rutan saya sedikit khawatir. Saya berpikiran bahwa di Rutan itu banyak pelaku kriminal dengan wajah yang menyeramkan. Namun setelah saya magang di sini ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Di sini sangat humanis dan penuh rasa kekeluargaan,” ungkap Azi.
Pernyataan itu menjadi gambaran bahwa lembaga pemasyarakatan hari ini tidak lagi sekadar identik dengan hukuman, tetapi juga ruang pembinaan dan pemulihan sosial yang dijalankan secara manusiawi.
Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang, Novri Abbas, dalam sambutannya berharap pengalaman selama magang menjadi bekal penting bagi peserta untuk memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
> “Semoga dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama magang di Rutan ini, bisa dijadikan pengalaman dan motivasi diri bagi adik-adik dalam memasuki dunia kerja nantinya,” ujar Novri.
Acara pelepasan ditutup dengan pemberian cenderamata dan foto bersama antara peserta magang dan seluruh pegawai Rutan Padang Panjang. Di balik prosesi sederhana itu, tersimpan satu pesan kuat: pengalaman lapangan sering kali menjadi guru terbaik, bahkan dari tempat yang sebelumnya dipenuhi stigma dan prasangka(d13)












