Aie Dingin, Lembah Gumanti — Kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Aie Dingin periode 2026–2034 semakin menarik untuk diikuti. Setelah sejumlah tokoh mulai mengambil formulir pendaftaran, kini Endra Putra Gunawan secara resmi mendaftarkan diri dan melengkapi berkas pencalonan sebagai Calon Wali Nagari Aie Dingin di Sekretariat Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) Nagari Aie Dingin, Senin (22/6/2026).
Kedatangan Endra Putra Gunawan disambut langsung oleh Ketua P2WN Nagari Aie Dingin, Yeni Sofia Yunus, S.Pd, bersama seluruh jajaran panitia yang bertugas menerima dan melakukan verifikasi administrasi bakal calon.
Dengan penyerahan berkas tersebut, Endra Putra Gunawan menjadi salah satu putra terbaik Nagari Aie Dingin yang secara resmi menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses demokrasi di tingkat nagari dan bersaing memperebutkan amanah masyarakat pada Pilwana mendatang.
Mengusung Visi Nagari Mandiri dan Madani
Dalam keterangannya, Endra Putra Gunawan menyampaikan bahwa keputusannya maju sebagai calon Wali Nagari didasari oleh keinginan kuat untuk berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan kampung halaman yang dicintainya.
Ia mengusung visi:
“Nagari Aie Dingin Mandiri Nan Madani”
Menurut Endra, nagari yang mandiri adalah nagari yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara nagari yang madani adalah nagari yang menjunjung tinggi nilai agama, adat istiadat, pendidikan, serta kehidupan sosial yang harmonis.
“Nagari Aie Dingin memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sektor pertanian, sumber daya manusia, maupun nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para pendahulu. Potensi ini harus dikelola dengan baik agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan nagari ke depan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan generasi muda, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan pelayanan publik yang lebih baik.
Pengalaman Organisasi dan Pengabdian
Nama Endra Putra Gunawan bukanlah sosok asing di tengah masyarakat Nagari Aie Dingin. Ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan serta pernah mengemban amanah sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Nagari (BPN) Nagari Aie Dingin.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus memahami mekanisme pemerintahan nagari.
Sebagai mantan Ketua BPN, Endra telah terlibat dalam berbagai proses perencanaan pembangunan, pembahasan regulasi nagari, hingga pengawasan pelaksanaan program pemerintahan.
Pengalaman tersebut diyakini memberikan pemahaman yang cukup mengenai kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan yang dibutuhkan Nagari Aie Dingin ke depan.
Panitia Pastikan Proses Berjalan Transparan
Sementara itu, Ketua P2WN Nagari Aie Dingin, Yeni Sofia Yunus, S.Pd, menyampaikan bahwa panitia akan menjalankan seluruh tahapan pemilihan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Menurutnya, setiap bakal calon yang mendaftar akan melalui proses verifikasi administrasi secara objektif dan transparan sebelum ditetapkan sebagai calon tetap.
“Kami berkomitmen menjalankan seluruh tahapan pemilihan secara profesional, transparan, dan adil. Semua calon memiliki hak yang sama untuk mengikuti proses ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Yeni.
Ia juga berharap seluruh tahapan Pilwana dapat berlangsung dalam suasana yang aman, damai, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau.
Momentum Menentukan Arah Nagari
Pemilihan Wali Nagari Aie Dingin tahun 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan nagari dalam delapan tahun ke depan.
Masyarakat tentu berharap Pilwana tidak sekadar menjadi ajang kompetisi politik, melainkan ruang demokrasi yang melahirkan gagasan, program, dan solusi terbaik untuk kemajuan nagari.
Dengan bertambahnya kandidat yang mendaftar, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk menilai kapasitas, integritas, pengalaman, serta visi yang ditawarkan masing-masing calon.
Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan nagari tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, berkolaborasi, dan bergotong royong membangun kampung halaman. (A3)












