Kabupaten Tanah Datar

Hari Ketiga Bencana Malalo: Akses Darat Putus, Penanganan Bertumpu pada Kekuatan Lokal

40
×

Hari Ketiga Bencana Malalo: Akses Darat Putus, Penanganan Bertumpu pada Kekuatan Lokal

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com. // Tanah Datar

Tiga hari pasca banjir bandang dan longsor yang menghantam Nagari Malalo hingga kawasan Tigo Jurai, Sabtu (29/11), kondisi di lapangan masih berada dalam fase darurat serius. Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM kembali turun meninjau titik-titik terdampak bersama jajaran Forkopimda, memastikan penanganan tetap berjalan meski akses darat lumpuh total.

Enam titik banjir bandang memutus jalur Sumpu–Malalo, sehingga seluruh pergerakan logistik dan evakuasi hanya dapat dilakukan lewat Danau Singkarak. Tim gabungan mengandalkan perahu karet, kapal kayu, dan perahu nelayan di tengah cuaca yang sering berubah.

Hingga Sabtu sore, Bupati menyebut bantuan yang tiba seluruhnya berasal dari kekuatan internal Tanah Datar, mulai dari masyarakat, ASN, TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga relawan lokal. Bantuan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat belum tercatat masuk ke titik bencana.

“Krisis ini tidak bisa menunggu. Masyarakat membutuhkan logistik dasar dan alat berat sesegera mungkin,” tegas Eka.

Pemkab Tanah Datar telah mengalokasikan BTT ( Bantuan Tsk Terduga)Rp 3 miliar serta menyiapkan cadangan lima ton beras, namun pembukaan akses darat berjalan lambat akibat tebalnya material longsor dan aliran galodo yang masih aktif.

Ancaman longsor susulan membayangi kawasan hulu, dengan tumpukan kayu dan material yang berpotensi kembali turun saat hujan. Pemkab mengimbau warga di Padang Laweh Malalo, dan lereng lainnya untuk segera mengungsi menuju posko utama Batu Taba.

Di lapangan, tim gabungan terus bekerja maksimal, sementara jalur air menjadi tulang punggung utama pengangkutan logistik dan evakuasi kelompok rentan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *