Padang, relasipublik – Program Pulang Basamo 2026 yang digagas Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Presiden Prabowo Subianto mulai terasa manfaatnya bagi para perantau Minangkabau.
Rombongan gelombang pertama dilaporkan telah tiba dengan selamat di Ranah Minang dan langsung disambut keluarga yang telah lama menanti kepulangan mereka.
Sejumlah perantau bahkan mengaku haru karena bisa kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan orang tua saat bulan Ramadan.
Salah satunya disampaikan akun @hakimnor83 melalui kolom komentar di media sosial Andre Rosiade.
“Kami sampai di UMEGA jam 9 malam, bus 25. Alhamdulillah sekarang buka puasa pertama bersama ayah dan ibu,” tulisnya.
Cerita serupa juga datang dari akun @modisya17 yang mengaku program tersebut sangat membantu para perantau Minang yang ingin pulang kampung.
“Semoga pulbas (Pulang Basamo) diadakan tiap tahun, taraso bana sangaik membantu buat perantau Minang,” tulisnya.
Program Pulang Basamo ini sebelumnya dilepas secara resmi oleh Andre Rosiade pada Minggu, (8/3/2026). Kegiatan pelepasan turut dihadiri Kapolda Sumatera Barat Gatot Tri Suryanta serta pimpinan sejumlah bank nasional seperti Bank Syariah Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara, serta jajaran Danantara yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Andre Rosiade menegaskan bahwa para perantau Minangkabau memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
“Perantau Minang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat,” ujar Andre.
Ia berharap kepulangan para perantau melalui program Pulang Basamo tidak hanya menjadi momentum berkumpul dengan keluarga, tetapi juga memperkuat kontribusi mereka bagi pembangunan daerah.
“Kami berharap para perantau Minang terus menjadi kekuatan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang usaha bagi Sumatera Barat,” kata Andre.
Sementara itu, rombongan Pulang Basamo gelombang kedua dijadwalkan akan diberangkatkan pada 15 Maret 2026, sehingga semakin banyak perantau Minangkabau yang dapat pulang ke kampung halaman. (3g)












