Kota Padangpanjang

Idul Adha di Rutan Padang Panjang: Saat Kurban Menyembelih Ego dan Sekat Sosial

66
×

Idul Adha di Rutan Padang Panjang: Saat Kurban Menyembelih Ego dan Sekat Sosial

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Padang Panjang

Suasana Idul Adha di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang tahun ini terasa berbeda. Di balik tembok penjara, makna kurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan ternak, tetapi juga menjadi momentum menyembelih sifat buruk manusia seperti kesombongan, keegoisan, dan ketamakan.

Rabu (27/05), Rutan Padang Panjang melaksanakan penyembelihan satu ekor sapi dan dua ekor domba di lapangan dalam rutan. Kegiatan tersebut melibatkan langsung Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama petugas rutan dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Usai penyembelihan, para WBP dan petugas saling berjibaku membersihkan, memotong hingga memasak daging kurban untuk disantap bersama dalam tradisi makan bajamba, budaya makan bersama khas Minangkabau yang sarat nilai persaudaraan.

Tradisi makan bajamba menjadi simbol kuat bahwa tidak ada sekat derajat di dalam kebersamaan. Filosofi Minangkabau “duduak samo randah, tagak samo tinggi” terasa hidup di tengah aula rutan, ketika petugas dan warga binaan duduk melingkar menikmati hidangan yang sama tanpa pembatas status.

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang, Novri Abbas, turun langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyembelihan, pemotongan, pemasakan hingga penataan hidangan.

“Kita ingin warga binaan juga merasakan suasana kurban layaknya masyarakat di luar. Dengan makan bajamba ini kita berharap dapat mempererat silaturahmi antara petugas dan warga binaan sehingga tercipta lingkungan rutan yang humanis, aman, dan tertib,” ujar Novri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat dan Wilayah Kerja Riau, Dewi Novyenti, yang juga menjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Rutan Padang Panjang.

Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi cerminan wajah pemasyarakatan yang humanis dan penuh rasa kekeluargaan. Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar bekerja dengan hati dan tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap warga binaan.

“Warga binaan juga memiliki hak mendapatkan perlakuan yang baik dari petugas. Jika ada petugas yang melakukan tindakan kekerasan kepada warga binaan, silakan laporkan ke Kanwil HAM Sumatera Barat,” tegas Dewi yang disambut riuh tepuk tangan warga binaan.

Di tengah suasana penuh kehangatan itu, Iduladha di Rutan Padang Panjang tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Lebih dari itu, ia menjelma menjadi ruang pembelajaran tentang kemanusiaan, kesetaraan, dan harapan bahwa setiap manusia tetap memiliki hak untuk diperlakukan dengan bermartabat(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *