Kabupaten Tanah Datar

Jordus Cup 2026 Bergulir: Panggung Talenta Daerah atau Sekadar Seremonial Tahunan?

7
×

Jordus Cup 2026 Bergulir: Panggung Talenta Daerah atau Sekadar Seremonial Tahunan?

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Open Turnamen Sepak Bola Jordus Cup Tahun 2026 resmi bergulir di Stadion Mini Pulai, Kecamatan Sungayang, Senin (23/3). Ajang tahunan yang telah memasuki edisi ke-22 ini kembali menjadi magnet bagi klub-klub dari Sumatera Barat, Riau, hingga Jambi. Namun lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini mengusung pertanyaan penting: sejauh mana konsistensi pembinaan sepak bola daerah benar-benar diwujudkan?

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Anggota DPR RI, Shadiq Pasadigoe, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda serta tokoh daerah. Turut hadir mewakili Bupati Tanah Datar, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Drs. Inhendri Abbas, Kapolres Tanah Datar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, Camat Sungayang Abdi Hardifala hingga Wali Nagari Sungayang Marta Arigo.

Mengusung tema “Barayo di Sungayang”, Jordus Cup tidak hanya menonjolkan aspek kompetisi, tetapi juga nuansa kebersamaan yang lekat dengan tradisi masyarakat Minangkabau pasca-Idulfitri.

Dalam sambutannya, Sadiq Pasadigoe menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas sekaligus memperkuat ikatan sosial antar klub.

“Kami berharap kepada seluruh pemain dan klub yang ikut dalam kompetisi tahunan ini untuk mengutamakan jiwa sportivitas yang tinggi, sekaligus mempererat tali silaturahmi di ajang Jordus Cup ke-22 ini,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa turnamen lokal tidak boleh hanya menjadi ajang unjuk kemampuan sesaat, melainkan juga ruang pembentukan karakter atlet—sebuah aspek yang kerap terpinggirkan dalam euforia kompetisi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Izhar Rasyid menekankan bahwa pemilihan tema “Barayo di Sungayang” merupakan upaya menghadirkan atmosfer kekeluargaan di tengah persaingan.

“Kami sebagai panitia mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Open Turnamen Jordus Cup ke-22 ini. Kami juga mengundang tim-tim bergengsi yang diperkuat pemain-pemain top dari berbagai liga di Indonesia,” ujarnya.

Kehadiran pemain berpengalaman dari berbagai liga nasional, menurutnya, diharapkan mampu menjadi pemantik semangat sekaligus standar baru bagi pemain lokal untuk berkembang lebih kompetitif.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Parpora Tanah Datar, Drs. Inhendri Abbas, menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari strategi pembinaan olahraga berbasis masyarakat. Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya mendukung secara seremonial, tetapi juga mendorong lahirnya talenta muda yang berdaya saing.

Menurutnya, Jordus Cup menjadi ruang penting untuk menjaring bibit atlet potensial yang ke depan dapat dibina secara berkelanjutan, baik melalui klub maupun program resmi daerah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, panitia, dan komunitas sepak bola agar pembinaan tidak berhenti di level turnamen.

Pada laga pembuka, pertandingan langsung menyajikan tensi tinggi. Saga FC harus mengakui keunggulan Madowahuwu dari Limapuluh Kota setelah melalui drama adu penalti. Pertandingan sengit ini menjadi penanda bahwa kompetisi tahun ini tidak hanya sarat gengsi, tetapi juga kualitas permainan.

Jordus Cup 2026 pada akhirnya bukan sekadar agenda rutin. Ia adalah cermin dari keseriusan daerah dalam membangun ekosistem sepak bola. Jika dikelola konsisten dan berkelanjutan, turnamen seperti ini berpotensi menjadi fondasi lahirnya pemain-pemain masa depan. Namun jika tidak, ia berisiko kembali menjadi seremonial tahunan yang meriah—tanpa jejak pembinaan yang nyata(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *