Padang, relasipublik – Bencana, tidak semua orang menginginkanya, dia adalah qadarullah, tapi pemulihannya semua orang pun berjibaku.
Biar semua tertimbun tapi solidaritas harus selalu menjulang.
Dan sejak awal bencana banjir bandang melanda Sumbar Jaringan Pemred Sumbar (JPS) telah mengamati kepedulian dan perhatian para tokoh dan lembaga yang turun langsung dalam pembangunan penanganan bencana hingga membantu korban yang terdampak.
Bahkan pimpinan media tergabung di JPS juga turut berpartisipasi menayangkan kiprah tokoh dan lembaga tersebut dari lokasi bencana di media masing-masing.
Pengamatan JPS terus berlanjut hingga masa tanggap darurat. Di mana fase ini dianggap masa paling berat karena dampak kerusakan dari bencana Sudah mulai terlihat dan dampak kerugian dan kebutuhan masyarakat yang terdampak juga sudah terdata.
“Memang di masa tanggap darurat ini besaran kerugian dan kebutuhan korban bencana sudah terdata maka kepedulian berbagai organisasi dan lembaga termasuk perhatian tokoh tokoh mulai terlihat dalam membantu mengatasi serta memenuhi kebutuhan korban bencana sudah semakin banyak,” ujar Ketua JPS Adrian Toaik didampingi Ketua Pokja Medal of Honor Almudazir kepada media Sabtu (7/3-2026).
Memasuki fase pemulihan bencana, JPS mulai mendata konsistensi dan komitmen lembaga dan para tokoh dalam membangkitkan semangat korban untuk kembali berusaha menyingkirkan trauma Bencana agar kembali beraktifitas normal.
Bantuan lembaga resmi negara mulai hadir di tengah masyarakat.
“Di fase inilah JPS berpikir untuk memberikan apresiasi konsistensi dan komitmen serta pengabdian tanpa henti pada lembaga dan tokoh tersebut,” terang Adrian.
Data-data para tokoh dan lembaga mulai yang berkomitmen dan konsisten membantu Sumbar pulih dari bencana ditracking lewat rekam.digital hingga peninjauan visual.
Melalui tim kelompok kerja (Pokja) yang dibentuk JPS mulai melakukan tabulasi data yang ada untuk diberikan penghargaan bakti untuk negeri pada tokoh dan lembaga dalam bentuk medal of honor.
“Anugerah medal of honor diberikan JPS atas kepeduliannya sekaligus ujud terima kasih dan apresiasi pada tokoh dan lembaga,” ungkap Adrian
Ada banyak pihak yang ditabulasi dari jejak digital maupun pantauan langsung di lapangan.
“Insya Allah saat pelantikan pengurus JPS akhir Maret ini, usai lebaran, diumumkan dan diserahkan medal of honor tersebut,” ujar Toaik.
Medal of Honor merupakan kontribusi JPS dalam mengapresiasi tokoh dan lembaga dalam mempercepat pemulihan Sumbar dari bencana.
“JPS berharap komitmen tokoh dan lembaga tidak terhenti dengan penghargaan ini. Karena masa pemulihan saat ini akan memakan waktu yang cukup panjang jika dilihat dari besarnya kerusakan yang diakibatkan oleh bencana tersebut. Apalagi kerusakan infrastruktur yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” pungkas Adrian. (***)












