Kota Solok

Karhutla Mengancam Kualitas Udara, Pemko Solok Bagikan 25 Ribu Masker Gratis

4
×

Karhutla Mengancam Kualitas Udara, Pemko Solok Bagikan 25 Ribu Masker Gratis

Sebarkan artikel ini
Foto : Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra membagikan masker (dok istimewa A3)

Kota Solok, Relasipublik.com — Asap dan ancaman penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Pemerintah Kota Solok mengambil langkah cepat. Sebanyak 25.000 masker gratis dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk perlindungan sekaligus kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla.

Pembagian masker dipimpin langsung Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE., MM., di sepanjang Jalan Cengkeh, tepatnya di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Solok, Rabu (9/9/2026).

Masker dibagikan kepada masyarakat yang melintas sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap dan potensi memburuknya kualitas udara. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi udara, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

“Kita berharap masyarakat tetap sehat dan terlindungi, serta bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla,” ujar Ramadhani.

Menurutnya, pembagian masker bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat ketika terjadi kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Kalaksa BPBD Kota Solok, Kasat Pol PP, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup Kota Solok.

Ramadhani mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menggunakan masker ketika berada di luar rumah, khususnya apabila udara mulai dipengaruhi asap.

“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Solok kepada masyarakat,” katanya.

Pemko Solok juga berharap kondisi udara segera kembali membaik sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.

Langkah pembagian 25 ribu masker tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak ingin menunggu kondisi memburuk terlebih dahulu. Perlindungan masyarakat menjadi prioritas di tengah potensi dampak karhutla yang dapat mengganggu kualitas udara. (A3)