Padang, relasipublik – 23 Januari 2025 Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada akhir tahun lalu mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur sungai dan mengganggu aktivitas masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”) melakukan penanganan sungai sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana.
Sebanyak 21 sungai terdampak saat ini tengah ditangani, yang tersebar di Kabupaten Solok (5 sungai), Kabupaten Tanah Datar (6 sungai), dan Kabupaten Agam (10 sungai), dengan total panjang penanganan mencapai 35,8 kilometer. Pekerjaan masih terus berlangsung secara bertahap sesuai dengan kondisi lapangan.
Dalam pelaksanaannya, ADHI mengerahkan 19 unit alat berat excavator serta sekitar 150 personel yang terdiri dari tenaga teknis dan supervisor. Seluruh pekerjaan dilakukan secara terkoordinasi di 21 titik sungai, dengan fokus pada normalisasi alur sungai, pembersihan material, serta perbaikan kerusakan akibat luapan banjir, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago, menyampaikan bahwa penanganan sungai ini tidak hanya bersifat darurat, namun juga bagian dari langkah mitigasi.
“Melalui kolaborasi bersama KemenPU, ADHI berupaya mempercepat pemulihan fungsi sungai agar kembali optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah terdampak,” ujarnya.
Melalui respons cepat dan kerja kolaboratif, diharapkan fungsi sungai dapat segera pulih serta risiko banjir dapat diminimalkan. ADHI berkomitmen untuk terus mendukung program penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur nasional sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam membangun infrastruktur yang andal dan berkelanjutan.
Informasi Lebih Lanjut:
Rozi Sparta
Corporate Secretary
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Jl. Raya Pasar Minggu Km.18, Jakarta 12510
T. +62 21 797 5312 | F. +62 21 797 5311
E. rozi.sparta@adhi.co.id
W. www.adhi.co.id












