Solok, Relasipublik, com — Pemerintah pusat meningkatkan dukungan pembangunan irigasi untuk Kabupaten Solok, Sumatera Barat, setelah menilai daerah tersebut berhasil menjalankan program pemulihan sektor pertanian pascabencana dengan cepat dan baik.
Hal itu disampaikan Direktur Irigasi Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Dr. Liferdi Lukman, S.P., M.Si., saat melakukan kunjungan kerja ke Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Jumat (7/8/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Solok, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Camat Kubung, Wali Nagari Selayo, perwakilan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, serta sejumlah perwakilan Direktorat Jenderal di lingkungan Kementan RI.
Dari 13 Unit Menjadi 74 Unit
Dalam kunjungan tersebut, Liferdi mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dukungan program irigasi pemerintah pusat untuk Kabupaten Solok.
Menurutnya, semula Kementan mengalokasikan 13 unit program irigasi untuk Kabupaten Solok. Namun, karena pelaksanaan program dinilai cepat dan berhasil, dukungan tersebut ditingkatkan menjadi 74 unit.
“Awalnya kami mengalokasikan 13 unit program irigasi untuk Kabupaten Solok. Karena pelaksanaannya cepat dan berhasil, sekarang kami tingkatkan menjadi 74 unit,” ujar Liferdi.
Ia menegaskan, keberhasilan daerah dalam melaksanakan program pemerintah menjadi salah satu pertimbangan dalam peningkatan dukungan dari pemerintah pusat.
“Daerah yang mampu melaksanakan program dengan baik akan semakin dipercaya dan memperoleh tambahan dukungan dari pemerintah pusat,” katanya.
80 Persen Lahan Pertanian Rusak Sudah Ditangani
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan sektor pertanian Kabupaten Solok setelah terdampak bencana.
Ia mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Solok menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan lahan pertanian masyarakat.
Menurut Bupati, sekitar 80 persen lahan pertanian yang mengalami kerusakan ringan dan sedang telah berhasil ditangani.
Namun, masih terdapat sekitar 64 hektare lahan dengan kategori rusak berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Kita berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan agar seluruh lahan terdampak dapat segera dipulihkan dan kembali produktif,” ujar Jon Firman Pandu.
Ia menyebut kondisi pertanian di Nagari Selayo saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, sawah yang kita lihat hari ini sudah memasuki musim tanam ketiga. Mudah-mudahan ini menjadi tanda bahwa ekonomi masyarakat kita kembali tumbuh,” katanya.
Kementan Dorong Usulan Irigasi Melalui Sipuri
Direktur Irigasi Kementan juga mendorong Pemerintah Kabupaten Solok agar terus aktif mengusulkan kebutuhan pembangunan irigasi melalui Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (Sipuri).
Menurut Liferdi, peningkatan anggaran pembangunan irigasi yang dilakukan pemerintah pusat menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Pembangunan tersebut mencakup jaringan irigasi primer, sekunder hingga tersier, yang dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Ia meminta pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga pemerintah nagari untuk aktif menyampaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Usulan dari daerah harus terus disampaikan sehingga kebutuhan masyarakat bisa segera kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Bantuan Langsung ke Kelompok Tani
Liferdi juga menjelaskan bahwa bantuan Kementerian Pertanian saat ini diarahkan untuk disalurkan langsung kepada kelompok tani tanpa melalui pihak ketiga.
Kebijakan tersebut diharapkan membuat manfaat program dapat diterima petani secara lebih maksimal sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.
Ia menilai keterlibatan pemerintah daerah dan kelompok tani menjadi penting dalam memastikan setiap program yang diberikan pemerintah pusat benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produksi pertanian.
Solok Didorong Perkuat Swasembada Pangan
Sementara itu, Bupati Solok menegaskan Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen memanfaatkan seluruh dukungan pemerintah pusat secara optimal, tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
Jon Firman Pandu juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian RI atas perhatian terhadap Kabupaten Solok melalui berbagai program pembangunan sektor pertanian.
Menurutnya, dukungan tersebut harus menjadi momentum untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas petani.
“Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen memanfaatkan seluruh bantuan ini secara optimal dan tepat sasaran untuk mendukung program swasembada pangan nasional,” tegasnya.
Sawah Selayo Masuk Musim Tanam Ketiga
Kegiatan kunjungan kerja tersebut kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung lahan pertanian di Nagari Selayo.
Lahan yang sebelumnya terdampak bencana kini telah kembali produktif dan memasuki musim tanam ketiga.
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Solok sekaligus menunjukkan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah nagari, kelompok tani, dan masyarakat.
Bagi Kabupaten Solok, dukungan tambahan program irigasi dari 13 menjadi 74 unit bukan hanya soal pembangunan infrastruktur. Program tersebut diharapkan menjadi pengungkit produktivitas lahan, mempercepat pemulihan ekonomi petani, dan memperkuat posisi daerah dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Kehadiran langsung jajaran Kementerian Pertanian di tengah lahan pertanian masyarakat juga menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat akan terus memantau pelaksanaan program serta memberikan prioritas kepada daerah yang dinilai mampu menjalankan program secara cepat, tepat, dan berhasil. (A3)












