Kota Padang

Pemko Padang dan Korem 032/Wirabraja Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

23
×

Pemko Padang dan Korem 032/Wirabraja Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini

PADANG, RELASIPUBLIK — Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya curah hujan. Upaya tersebut dilakukan melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Lapangan Imam Bonjol, Jumat (6/11/2026).

Apel dipimpin Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Aji Mimbarno, dan dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, unsur Forkopimda Kota Padang, para Dandim se-Sumatera Barat (Sumbar), serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Padang.

Kegiatan ini melibatkan personel TNI-Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dubalang Kota, anggota Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Padang, serta berbagai organisasi kebencanaan lainnya.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama pada November dan Desember yang diperkirakan memiliki kondisi cuaca lebih ekstrem, membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, kesiapan personel, peralatan, sistem komunikasi, serta koordinasi dan komando terpadu menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.

Fadly menyebutkan, penanganan bencana hidrometeorologi di Kota Padang diprioritaskan pada sejumlah daerah aliran sungai (DAS), terutama di kawasan Kuranji dan Lubuk Minturun. Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah pusat juga memberikan dukungan melalui pembangunan sejumlah sabo dam dan cek dam.

“Alhamdulillah, sejumlah pekerjaan besar untuk penanganan bencana di Kota Padang sudah berjalan. Namun, sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat mengingat kondisi cuaca yang perlu diwaspadai demi melindungi masyarakat saat bencana terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pascabencana Agustus lalu, Pemko Padang mengupayakan pembebasan lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan waduk. Selain itu, direncanakan pembangunan sabo dam di Sungai Guo guna mengurangi debit air yang mengalir ke kawasan Air Pacah dan Tunggul Hitam.

“Selain pembangunan infrastruktur, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah terus kita perkuat melalui dukungan APBD dan APBN, termasuk pengadaan peralatan penanggulangan banjir,” tambahnya.

Sementara itu, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno mengatakan, apel tersebut merupakan bagian dari pengecekan kesiapan personel dan perlengkapan seluruh instansi terkait dalam mengantisipasi peningkatan curah hujan serta potensi bencana di Sumbar, khususnya Kota Padang.

Ia juga meminta seluruh Dandim di jajaran Korem 032/Wirabraja untuk secara rutin memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana di wilayah masing-masing.

Aji menekankan pentingnya profesionalisme, kesiapan peralatan, serta penguatan koordinasi lintas instansi dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Untuk memperkuat koordinasi, kami bersama Pemko Padang dan Forkopimda akan membentuk posko terpadu untuk mengoordinasikan penanganan bencana. Semoga dengan itu seluruh personel selalu siaga dan penyaluran bantuan dapat dikerahkan secara cepat, tepat sasaran dan efisien,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan setiap satuan TNI untuk menyiagakan minimal 30 personel selama 24 jam sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

“Keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya diukur dari kecepatan pengerahan personel dan peralatan, tetapi juga dari tindakan cepat, tepat, terpadu, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Melalui apel kesiapsiagaan ini, Pemko Padang bersama Korem 032/Wirabraja berharap koordinasi lintas instansi semakin solid sehingga upaya mitigasi, penanganan darurat, dan penyaluran bantuan kepada masyarakat dapat berjalan optimal saat bencana terjadi.