Kota Padang

Diskominfo Padang Tampung Aspirasi Pertuni, Dorong Layanan Digital Ramah Disabilitas Netra

22
×

Diskominfo Padang Tampung Aspirasi Pertuni, Dorong Layanan Digital Ramah Disabilitas Netra

Sebarkan artikel ini

PADANG, RELASIPUBLIK — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang menerima audiensi Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DPC Kota Padang dalam rangka silaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi terkait aksesibilitas informasi dan layanan publik bagi penyandang disabilitas netra, Jumat (6/11/2026).

Audiensi yang berlangsung di Kantor Diskominfo Kota Padang tersebut diterima langsung oleh Kepala Diskominfo Kota Padang, Tommy TRD, bersama jajaran. Sementara itu, rombongan Pertuni dipimpin Ketua DPC Kota Padang, Sugiyanto, beserta sejumlah perwakilan anggota.

Dalam pertemuan tersebut, Pertuni memperkenalkan keberadaan organisasi sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan dan aspirasi penyandang disabilitas netra di Kota Padang. Saat ini, Pertuni DPC Kota Padang tercatat memiliki 108 anggota yang membutuhkan dukungan akses informasi, layanan publik, serta kesempatan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah aksesibilitas aplikasi Padang Mobile. Sejumlah layanan dalam aplikasi tersebut dinilai belum sepenuhnya dapat diakses menggunakan teknologi pembaca layar (screen reader) yang digunakan penyandang disabilitas netra, khususnya pada layanan administrasi kependudukan.

Pertuni berharap Pemerintah Kota Padang dapat meningkatkan aksesibilitas seluruh layanan digital agar lebih inklusif dan mudah digunakan secara mandiri oleh penyandang disabilitas netra. Termasuk di dalamnya penyediaan alternatif CAPTCHA yang kompatibel dengan teknologi pembaca layar.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Diskominfo Kota Padang Tommy TRD menyampaikan bahwa masukan dari Pertuni menjadi perhatian pemerintah dalam mewujudkan pelayanan informasi dan komunikasi yang inklusif bagi seluruh masyarakat.

“Kunjungan dan aspirasi dari Pertuni DPC Kota Padang sangat penting untuk Kota Padang yang inklusif sesuai cita-cita Bapak Wali Kota. Masukan yang disampaikan menjadi perhatian bagi kami, terutama terkait bagaimana layanan informasi dan komunikasi pemerintah bisa semakin mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk teman-teman penyandang disabilitas netra,” ujarnya.

Terkait kendala pada aplikasi Padang Mobile, Tommy memastikan pihaknya akan menindaklanjuti masukan mengenai layanan yang belum dapat dibaca secara optimal oleh aplikasi pembaca layar.

“Kami juga siap membantu menyosialisasikan keberadaan dan kegiatan Pertuni melalui kanal Diskominfo,” tambahnya.

Selain aksesibilitas digital, audiensi tersebut turut membahas pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai keberadaan, aktivitas, serta potensi penyandang disabilitas netra. Diskominfo menyatakan kesiapannya membantu menyebarluaskan informasi tersebut melalui konten di media sosial resmi Pemerintah Kota Padang.

Pertemuan juga membahas peluang kolaborasi dalam pemberdayaan ekonomi anggota Pertuni. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penyediaan stan jasa pijat tunanetra dalam kegiatan maupun bazar UMKM yang diselenggarakan Pemko Padang.

Tommy menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan akan meneruskannya kepada perangkat daerah terkait agar dapat ditindaklanjuti.

“Untuk permintaan stan pijat dari Pertuni pada bazar UMKM atau kegiatan yang dilakukan oleh Pemko Padang akan kami teruskan kepada dinas terkait. Insya Allah bisa didukung bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Pertuni Kota Padang Sugiyanto mengapresiasi sambutan Diskominfo terhadap aspirasi yang disampaikan pihaknya. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang lebih luas antara Pertuni dan Pemerintah Kota Padang.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi teman-teman tunanetra di Kota Padang. Alhamdulillah, kami diterima dengan baik oleh Kepala Dinas Kominfo beserta jajaran, dan apa yang menjadi kebutuhan kami juga sudah dicatat,” katanya.

Sugiyanto kembali menekankan pentingnya aksesibilitas layanan digital pemerintah, terutama Padang Mobile, agar penyandang disabilitas netra dapat memperoleh pelayanan publik secara mandiri.

“Kami berharap seluruh layanan digital Pemerintah Kota Padang, terutama Padang Mobile, bisa diakses oleh penyandang tunanetra. Ada beberapa layanan yang belum terbaca oleh aplikasi pembaca layar, termasuk CAPTCHA. Mudah-mudahan ke depan bisa dicarikan solusi agar kami juga bisa mengakses layanan tersebut secara mandiri,” tuturnya.

Melalui audiensi ini, diharapkan aksesibilitas informasi dan pelayanan publik di Kota Padang semakin inklusif, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas netra dalam kehidupan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.