Opini

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Kenalkan Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Kerupuk Kamang Menjadi Pupuk Organik Cair

3
×

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Kenalkan Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Kerupuk Kamang Menjadi Pupuk Organik Cair

Sebarkan artikel ini

TILATANG KAMANG, RELASIPUBLIK – Dalam rangka mendorong pemanfaatan limbah organik yang berasal dari kegiatan usaha masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas dari Fakultas Pertanian melaksanakan program kerja pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar limbah kulit singkong di tiga jorong, yaitu Jorong Ladang Tibarau, Koto Malintang, dan Koto Laweh, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kulit singkong yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan limbah dari proses produksi kerupuk khas Tilatang Kamang, yaitu Kerupuk Kamang. Produksi kerupuk yang dilakukan oleh masyarakat menghasilkan limbah kulit singkong yang selama ini belum seluruhnya dimanfaatkan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN memilih limbah kulit singkong sebagai bahan dalam pembuatan POC. Melalui pengolahan tersebut, limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diarahkan menjadi bahan yang memiliki nilai guna bagi kegiatan pertanian.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai cara mengolah limbah kulit singkong menjadi pupuk organik cair. Pemanfaatan limbah dari produksi Kerupuk Kamang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan tanaman di lingkungan masyarakat.

Mahasiswa KKN terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pengumpulan dan persiapan limbah kulit singkong, penyiapan bahan dan alat, pencampuran bahan, penambahan bioaktivator, hingga proses fermentasi POC. Kegiatan dilakukan melalui penjelasan dan praktik langsung agar masyarakat dapat memahami tahapan pembuatan serta dapat menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan KKN selesai.

Dalam proses pembuatannya, limbah kulit singkong terlebih dahulu dipersiapkan dan kemudian dicampurkan dengan bahan pendukung serta bioaktivator EM4 untuk membantu proses fermentasi. Campuran tersebut selanjutnya ditempatkan dalam wadah yang sesuai dan dibiarkan melalui proses fermentasi selama waktu yang telah ditentukan. Proses ini dilakukan untuk membantu menguraikan bahan organik sehingga dapat menghasilkan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya tanaman.

Pemilihan limbah kulit singkong dari produksi Kerupuk Kamang juga menjadi bagian penting dari kegiatan karena Kerupuk Kamang merupakan salah satu produk pangan khas yang berkembang di Kecamatan Tilatang Kamang. Dengan memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari kegiatan produksi masyarakat, program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan pupuk, tetapi juga memperkenalkan konsep pemanfaatan kembali limbah dari kegiatan usaha menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Kegiatan pembuatan POC dilaksanakan di Jorong Ladang Tibarau, Koto Malintang, dan Koto Laweh dengan melibatkan masyarakat setempat.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat diberikan penjelasan mengenai bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, serta pemanfaatan POC. Masyarakat juga turut terlibat dalam proses praktik sehingga kegiatan berlangsung secara interaktif dan tidak hanya berupa penyampaian materi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berupaya memperkenalkan pemanfaatan limbah kulit singkong sebagai salah satu bentuk pengelolaan limbah berbasis sumber daya lokal. Limbah yang berasal dari produksi Kerupuk Kamang tidak hanya dipandang sebagai sisa produksi, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan menjadi pupuk organik cair.

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Jorong Ladang Tibarau, Koto Malintang, dan Koto Laweh dalam mengelola limbah organik secara lebih baik. Selain itu, keterampilan pembuatan POC yang telah diperkenalkan diharapkan dapat terus diterapkan oleh masyarakat sehingga limbah kulit singkong dari produksi Kerupuk Kamang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan memiliki nilai guna bagi kegiatan pertanian masyarakat.

 

Penulis: Achmad Alfarizky (Teknologi Industri Pertanian), Vika Dwi Indriani (Ilmu Tanah), Femi Leony Syofira (Proteksi Tanaman), Muhammad Rizki Naufal (Agroekoteknologi), dan Sakira Arrahma (Agribisnis)