Kabupaten Tanah Datar

Musrenbang Sungayang 2026, Sinkronisasi Usulan Nagari dan Arah Pembangunan Daerah Dipertegas

23
×

Musrenbang Sungayang 2026, Sinkronisasi Usulan Nagari dan Arah Pembangunan Daerah Dipertegas

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com //  Tanah Datar

Pemerintah Kecamatan Sungayang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2026, Kamis (26/2) di Aula Kantor Camat Sungayang. Forum tahunan ini menjadi momentum strategis menyelaraskan kebutuhan nagari dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tanah Datar.

Musrenbang dihadiri unsur Forkopimca, kepala UPT dan kantor, Kepala KUA Sungayang, wali nagari se-Kecamatan Sungayang, Ketua Bundo Kanduang Kecamatan, BPRN, KAN, Ketua TP-PKK nagari, tokoh masyarakat, pendamping desa/PLD, serta berbagai unsur pemangku kepentingan lainnya.

Bupati Tanah Datar yang diwakili Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar Mustika Suarman ST., MT menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk memastikan pembangunan berjalan terarah, terukur, dan berdampak langsung pada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara usulan nagari dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya pada sektor infrastruktur dasar, konektivitas antarwilayah, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas layanan publik.

“Setiap usulan harus berbasis kebutuhan riil masyarakat dan disusun dengan perencanaan matang. Kita ingin pembangunan yang tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan warga,” tegasnya.

Mustika juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar keterbatasan anggaran tidak menjadi hambatan, melainkan memacu inovasi dan skala prioritas yang tepat.

Sementara itu, Camat Sungayang, Abdi Hardifala, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan tahapan krusial dalam menjaring, memilah, dan memprioritaskan usulan dari seluruh nagari.

Ia menekankan komitmen Pemerintah Kecamatan Sungayang untuk mengawal aspirasi masyarakat agar terakomodasi secara proporsional dalam perencanaan kabupaten.

“Kami ingin memastikan setiap nagari memiliki ruang yang adil dalam menyampaikan prioritasnya. Musrenbang ini adalah wujud partisipasi kolektif dalam menentukan arah pembangunan Sungayang ke depan,” ujarnya.

Abdi juga mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh unsur, mulai dari tokoh adat, Bundo Kanduang, hingga pendamping desa, karena pembangunan yang kuat lahir dari kebersamaan dan rasa memiliki.

Melalui forum ini, Kecamatan Sungayang menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal proyek, tetapi tentang menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata, menjaga keseimbangan antara infrastruktur, sosial, dan pemberdayaan, serta memastikan setiap langkah perencanaan berakar dari aspirasi nagari(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *