BeritaDaerahKota Padang

Nevi Zuairina Ajak Generasi Muda Bangun Ekonomi Digital Berkeadilan dan Bermoral

18
×

Nevi Zuairina Ajak Generasi Muda Bangun Ekonomi Digital Berkeadilan dan Bermoral

Sebarkan artikel ini

Padang,relasipublik – Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, menegaskan pentingnya membangun ekonomi digital Indonesia yang tidak hanya canggih, tetapi juga berkeadilan, berkelanjutan, dan berpijak pada nilai moral yang kuat. Hal ini ia sampaikan dalam Kuliah Umum bertajuk *“Membangun Ekonomi Berkelanjutan dan Berkeadilan di Era Digital dengan Landasan Moral yang Kuat”* di Kampus STAI Ar Risalah Sumatera Barat, Jumat (29/8).

Nevi menjelaskan bahwa era disrupsi teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat, dari cara belajar, bekerja, hingga berbelanja.

“Hari ini, delapan dari sepuluh penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Indonesia bahkan masuk lima besar negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak di dunia. Ini peluang besar, namun juga mengandung tantangan,” ujarnya.

Menurut laporan e-Conomy SEA 2024, lanjut Nevi, ekonomi digital Indonesia tumbuh sangat pesat dari USD 27 miliar pada 2018 menjadi USD 90 miliar pada 2024, dan diproyeksikan mencapai hingga Rp5.760 triliun pada 2030. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital tidak boleh hanya dilihat dari angka, melainkan juga harus menjawab pertanyaan apakah pertumbuhan tersebut adil, berkelanjutan, dan sesuai nilai kemanusiaan.

“Ekonomi berkeadilan berarti memastikan UMKM, petani, nelayan, dan masyarakat adat juga mendapat kesempatan setara dalam arus digitalisasi. Jangan sampai hanya segelintir kelompok yang menikmati manfaatnya,” tegas Politisi PKS ini.

Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan, baik dari sisi lingkungan maupun tata kelola data. Program Satu Data Indonesia yang telah mengintegrasikan ratusan ribu dataset, menurutnya, merupakan langkah penting untuk membangun kepercayaan digital dan transparansi.

Namun, aktivis Perempuan PKS ini mengingatkan bahwa semua itu tidak akan berarti tanpa landasan moral.

“Di era digital, tantangan etika semakin kompleks: hoaks, manipulasi algoritma, hingga eksploitasi data. Karena itu, generasi muda harus tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga tangguh secara moral. Pendidikan tinggi bukan hanya membentuk kompetensi, tapi juga karakter,” tegasnya.

Menutup kuliah umum, Nevi menyampaikan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan teknologi yang bermoral.

“Saya yakin dari ruang akademik seperti ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang pintar, bijak, dan berintegritas,” pungkas Nevi Zuairina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *