Kota Padangpanjang

Pancasila Menyala dari Balik Jeruji

22
×

Pancasila Menyala dari Balik Jeruji

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Padang Panjang

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini dijadikan pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dan menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.

Hal itu ditegaskan dalam Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di lapangan Rutan Padang Panjang, Senin (1/6/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang Novri Abbas membacakan pidato Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momen refleksi nasional untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tahun ini, peringatan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi perekat persatuan nasional, tetapi juga relevan sebagai landasan terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Pancasila adalah kekuatan pemersatu bangsa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi fondasi untuk menjaga keutuhan Indonesia sekaligus memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia,” demikian kutipan pidato Ketua BPIP yang dibacakan Novri Abbas.

Lebih lanjut, Yudian mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pesannya.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh pegawai serta perwakilan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kehadiran para warga binaan dalam peringatan tersebut menjadi simbol bahwa semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila harus dirasakan oleh seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.

Usai upacara, Karutan Novri Abbas kembali menegaskan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia mengingatkan seluruh petugas agar menjaga persatuan, menghindari perpecahan, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan tanpa diskriminasi terhadap warga binaan.

“Kepada seluruh petugas untuk selalu menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila, jangan terpecah belah, dan tidak ada perlakuan diskriminatif pada WBP,” tegas Novri.

Menurutnya, semangat Pancasila harus tercermin dalam sikap dan pelayanan yang humanis, sehingga Rutan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Novri berharap rasa cinta tanah air, semangat persatuan, serta komitmen menjaga keutuhan bangsa semakin mengakar di kalangan petugas maupun warga binaan. Sebab, menjaga Indonesia tetap kokoh bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh anak bangsa(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *