sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tidak sekadar menyiapkan posko Lebaran, tetapi membangun sistem siaga terpadu menghadapi kombinasi risiko: lonjakan arus mudik, cuaca ekstrem, hingga potensi aktivitas Gunung Marapi.
Hal itu terlihat saat Eka Putra bersama jajaran Forkopimda meninjau sejumlah pos pengamanan dan pelayanan Idul Fitri 1447 H, Kamis (19/3). Enam pos disebar di titik strategis, dari jalur utama hingga kawasan wisata, untuk memastikan layanan cepat bagi pemudik.
Namun fokus utama bukan hanya pelayanan, melainkan mitigasi. Tiga jalur—Batipuh–X Koto, Rambatan–Batusangkar, dan Lembah Anai–Padang Panjang—ditetapkan sebagai titik rawan karena kontur jalan ekstrem dan risiko licin saat hujan.
Dalam skenario ini, pemerintah mengerahkan respons lintas sektor: tenaga kesehatan siaga di posko, alat berat disiapkan untuk antisipasi longsor, serta BPBD berjaga menghadapi potensi bencana. Semua bergerak dalam pola layanan 24 jam tanpa jeda.
Di sisi lain, aparat kepolisian memperkuat pengamanan dan rekayasa lalu lintas. Wisnu Hadi menyebutkan ratusan personel dikerahkan, termasuk unit lalu lintas untuk mengurai kemacetan di jalur padat.
Pendekatan ini menegaskan pergeseran pola pengamanan Lebaran: dari sekadar penjagaan, menjadi manajemen risiko menyeluruh. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah—baik di perjalanan maupun saat meninggalkan rumah.
Lebaran di Tanah Datar, dengan demikian, bukan hanya soal perayaan, tetapi juga ujian kesiapan sistem menghadapi situasi tak terduga di jalur mudik(d13)












