Kabupaten Tanah Datar

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Tanah Datar Serukan Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim

17
×

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Tanah Datar Serukan Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Ancaman perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan meningkatnya persoalan sampah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dimanfaatkan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menjaga bumi melalui aksi nyata dan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Apel Gabungan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di Lapangan Dang Tuanku Bukit Gombak, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, DPRD, Forkopimda, Ketua TP PKK, Ketua GOW, organisasi wanita, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang menegaskan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini adalah “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

Menurutnya, peringatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum refleksi sekaligus titik awal lahirnya aksi nyata dalam menjaga keberlanjutan bumi.

“Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar peringatan, tetapi momentum untuk merenungkan peran dan tanggung jawab kita terhadap bumi. Ini adalah panggilan untuk bertindak demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Ahmad Fadly membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis besar yang mengancam kehidupan manusia, yakni perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan menjadi ancaman serius terhadap stabilitas ekologi, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat di seluruh dunia.

“Isu lingkungan hidup bukan lagi persoalan masa depan, tetapi persoalan hari ini yang menentukan nasib generasi mendatang,” tegasnya.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian khusus adalah masalah sampah. Pengelolaan sampah yang belum optimal dinilai menjadi penyumbang berbagai persoalan lingkungan, mulai dari pencemaran, emisi gas metana, hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat.

Sebagian besar sampah masih berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa proses pengolahan yang memadai, sehingga memperbesar risiko kerusakan lingkungan dan mempercepat dampak perubahan iklim.

Karena itu, pemerintah mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah dari pendekatan hilir menuju pengelolaan yang dimulai dari sumbernya.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggerakkan pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai langkah nyata menuju Indonesia yang lebih bersih dan lestari,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup melalui sambutan yang dibacakan Wabup Ahmad Fadly juga menyerukan lima langkah konkret yang harus dilakukan bersama.

Pertama, mengurangi penggunaan plastik dan sampah sekali pakai serta membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Kedua, membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan melalui kegiatan yang menumbuhkan semangat gotong royong dan kesadaran terhadap dampak perubahan iklim.

Ketiga, mengembangkan pemanfaatan sampah secara produktif melalui ekonomi sirkular, bank sampah, dan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Keempat, melakukan gerakan penanaman pohon secara masif guna mendukung target nasional penanaman dua miliar pohon sebagai upaya memperkuat ketahanan iklim dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Kelima, memperkuat tata kelola lingkungan dengan memastikan pengelolaan sampah dan limbah berjalan baik serta melindungi kawasan hijau dan ekosistem yang ada.

Usai pelaksanaan apel, seluruh peserta langsung menerjemahkan semangat tersebut ke dalam aksi nyata melalui kegiatan penanaman pohon dan gotong royong membersihkan lingkungan di kawasan Lapangan Dang Tuanku Bukit Gombak.

Langkah itu menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh lapisan masyarakat. Di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata, aksi kecil yang dilakukan hari ini diyakini menjadi investasi besar bagi keberlangsungan bumi dan generasi yang akan datang(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *