sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menegaskan penanganan stunting harus menjadi perhatian serius semua pihak karena berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia jangka panjang.
Hal itu disampaikan Ahmad Fadly saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) di Aula Bappeda Litbang Tanah Datar Pagaruyung, Kamis (5/3).
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Tanah Datar pada 2025 meningkat dari 18,5 persen menjadi 26,9 persen.
“Kenaikan ini menjadi peringatan keras bagi kita. Stunting bukan sekadar angka, tetapi menyangkut masa depan generasi Tanah Datar,” tegasnya.
Wabup meminta seluruh camat memaparkan langkah konkret dan strategi yang telah serta akan dilakukan dalam percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Ketua TP PKK Tanah Datar Lise Eka Putra menekankan bahwa upaya penurunan stunting harus melibatkan lintas sektor dan OPD agar program berjalan efektif dan berkelanjutan hingga ke tingkat nagari(d13)












