Padang,relasipublik – Rendahnya kehadiran siswa baik siswa SD dan SMP sederajat ke masjid atau mushalla, menjadi keprihatinan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang, H. Maigus Nasir, S.Pd, M.Pd. Karena itu, Maigus berharap DMI ikut berkontribusi serta melakukan kajian terhadap permasalahan ini.
“Dari data yang ada, kehadiran siswa shalat Subuh ke masjid dan mushalla tak sampai separo. Ini kenapa, DMI perlu ikut melakukan kajian mengingat Pemko Padang punya program Unggulan (Progul) Smart Surau,” ungkap Maigus yang juga Wakil Wali Kota Padang ketika membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DMI ke-X Kecamatan Nanggalo, Sabtu, 10 Januari 2026 di aula Kantor Camat Nanggalo, Padang.
Maigus juga menyarankan pengurus DMI melakukan koordinasi dan konsolidasi pada sekolah-sekolah yang ada di sekitar masjid-masjid sekitarnya. Dari pihak Pemko, akan mengumpulkan kepala-kepala sekolah dan guru, untuk membahas hal tersebut, agar progul Smart Surau dapat terlaksana dengan baik.
“Saya akui, ada orang tua curhat pada saya, dia mengaku terganggu dengan progul Smart Surau, karena berkurang tidurnya. Biasanya, kebanyakan orang tua hanya membangunkan anaknya menjelang berangkat sekolah, bukan di waktu subuh. Ini kan perlu kajian,” ujar Maigus dalam acara yang dihadiri Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, Forkopimda Nanggalo, KAN Nanggalo, organisasi keagamaan serta pengurus masjid se-kecamatan Nanggalo.
Kepada para kepala sekolah dan guru-guru, Maigus mendorong untuk lebih aktif menggerakkan siswa agar lebih rajin datang ke masjid dan mushalla menunaikan shalat Subuh berjamaah.
“Guru adalah penggerak, maka guru berkewajiban menggerakkan siswa untuk datang ke masjid. Di posisi ini, pengurus masjid juga diharapkan perannya untuk memberitahu para orang tua,” harap Maigus.
Kepada pengurus DMI Nanggalo, Maigus berpesan untuk memperkuat konsolidasi. Hal ini sangat diperlukan dalam organisasi. Organisasi akan kuat, jika konsolidasinya juga kuat. Keberhasilan sebuah organisasi, tergantung perencanaan.
“Di Masjid itu lengkap, ada ulama, ada akademisi, ada tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda dan intelektual lainnya. Karena itu mari kita makmurkan masjid,” ajak Maigus.
Ketua Pengcab DMI Nanggalo, Agusriadi menyampaikan sejak menjabat Ketua DPC DMI Nanggalo pada 2018 sampai 2025, telah banyak hal yang dilakukan, di tengah keterbatasan yang ada.
“Saya sudah 7 tahun menjabat Ketua DPM Nanggalo, karena kepada pengurus ke depan, saya berharap dapat lebih baik. Kalau ada yang baik, silahkan dilanjutkan agar lebih baik. Bila ada yang kurang baik, kami mohon maaf dan silahkan untuk diperbaiki,” ujar Agusriadi.
Meski masa kepengurusannya sudah berakhir, Agusriadi mengaku selalu siap untuk berkontribusi pada DMI jika diperlukan pengurus berikutnya. Begitu juga pengabdian terhadap masjid, akan terus dilakukan selagi diberi kesehatan oleh Allah SWT.
“Harapan kami, semoga kepengurusan ke depan, jauh lebih baik dari kami,” ujarnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Muscab DPC DMI Nanggalo, Vonny Kurnia dalam laporannya menyampaikan bahwa muscab dengan Tema: Kolaborasi dan Sinergi Bersama Pemko Padang dalam Mewujudkan Smart Surau, diharapkan dapat berlangsung dengan baik dan lancar. (ms/ald)












