sumbar.relasipublik.com// Padang Panjang
Pemerintah pusat menunjukkan respons cepat terhadap dampak banjir bandang (galodo) di Sumatera Barat. Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI, Dr. Ir. Dwi Purwantoro, S.T., M.T., bertemu Bupati Tanah Datar Eka Putra, Sabtu (3/1/2026), untuk memastikan kerusakan sungai dan infrastruktur air ditangani tanpa penundaan.
Pertemuan ini menegaskan keseriusan negara: seluruh sungai terdampak galodo masuk radar penanganan. Kementerian PUPR segera menyiapkan langkah percepatan pembangunan pascabencana, selaras dengan program nasional, termasuk skema Inpres.
Tanah Datar bergerak cepat. Di bawah komando Eka Putra, pemkab mengajukan usulan pembangunan Sabo Dam di Dua Koto Nagari Guguak Malalo, serta perbaikan irigasi dan pembangunan embung. “Langkah harus cepat agar realisasi juga cepat,” tegas Bupati.
Dirjen SDA Dwi Purwantoro memastikan seluruh permintaan—mulai dari Sabo Dam yang rusak hingga irigasi dan embung—akan segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti. Hadir pula Direktur Sungai dan Pantai Maksal Saputra serta jajaran perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai Kementerian PUPR.Pesannya jelas: galodo bukan sekadar bencana, tetapi alarm untuk memperkuat infrastruktur air secara menyeluruh dan berkelanjutan(d13).












