Kabupaten Tanah Datar

Queen Mentari “Menggila” di Duku Banyak, Kuda Bupati Eka Putra Sabet Juara dan Curi Panggung Pacu Kuda 2026

10
×

Queen Mentari “Menggila” di Duku Banyak, Kuda Bupati Eka Putra Sabet Juara dan Curi Panggung Pacu Kuda 2026

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com //  Padang Pariaman

Alek pacu kuda di Lapangan Pacu Kuda Duku Banyak, Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto, Sabtu (28/3), tak sekadar pesta rakyat. Di tengah riuh sorak penonton, satu nama melesat dan mencuri perhatian: Queen Mentari, kuda milik Bupati Tanah Datar, Eka Putra, tampil beringas dan keluar sebagai juara I race ke-12.

Kemenangan Queen Mentari di divisi II jarak 1.000 meter bukan hanya soal prestasi di lintasan, tetapi juga simbol kuat bahwa tradisi dan gengsi daerah bertemu dalam satu arena. Di tengah kompetisi ketat, kuda tersebut tampil dominan, seolah menegaskan kualitas dan kesiapan dari kandang Tanah Datar.

Alek Pacu Kuda 2026 yang berlangsung selama dua hari (28–29 Maret) ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pacu kuda bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya yang harus terus dijaga.

“Tradisi ini tetap hidup di delapan kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk para perantau, menjadi kekuatan utama untuk mempertahankannya,” ujar Mahyeldi.

Lebih dari sekadar tradisi, Mahyeldi menyoroti efek domino ekonomi dari event ini. Ribuan penonton yang hadir menjadi denyut nadi bagi pedagang lokal, UMKM, hingga pelaku ekonomi musiman yang menggantungkan harapan pada momentum alek nagari.

Sebelumnya, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa pacu kuda adalah ruang temu antara budaya, ekonomi, dan kebersamaan.

“Ini bukan sekadar lomba. Ini kebanggaan bersama yang mampu menarik perantau pulang dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan event ini sebagai ajang silaturahmi dan promosi wisata, sembari mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama perhelatan berlangsung.

Di sisi lain, Eka Putra yang hadir langsung menyaksikan jalannya lomba tak menutupi kebanggaannya. Ia menyebut kemenangan Queen Mentari sebagai bagian dari semangat melestarikan tradisi sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi.

“Pacu kuda adalah euforia rakyat. Ribuan orang datang, dan itu membuka peluang besar bagi pedagang, UMKM, hingga sektor jasa. Ini efek nyata dari sebuah event budaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pacu kuda bukan sekadar olahraga tradisional, melainkan identitas Minangkabau yang memiliki daya tarik wisata kuat dan nilai ekonomi yang nyata.

Alek Pacu Kuda 2026 kian semarak dengan kehadiran artis Minang Fauzana serta aktor nasional Jefri Nichol, yang ikut menyedot perhatian publik.

Di Duku Banyak, hari itu, bukan hanya kuda yang berpacu. Tradisi, ekonomi, dan gengsi daerah ikut berlari kencang—dan Queen Mentari memastikan, Tanah Datar pulang dengan kepala tegak(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *