Kabupaten Tanah Datar

Razia Ramadan di Balai Tangah: Polisi dan Pemerintah Bergerak, Anak Muda Diajak Berbenah

21
×

Razia Ramadan di Balai Tangah: Polisi dan Pemerintah Bergerak, Anak Muda Diajak Berbenah

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com //  Tanah Datar

Suara knalpot bising dan aksi ugal-ugalan yang belakangan meresahkan warga akhirnya berujung pada langkah tegas aparat. Jajaran Polsek Lintau Buo Utara bersama personel Satlantas Polres Tanah Datar menggelar razia terpadu di kawasan Pasar Balai Tangah, Lintau Buo Utara, Senin sore (23/02).

Razia ini bukan sekadar operasi rutin, melainkan respons langsung atas laporan masyarakat terkait maraknya balap liar, aksi standing motor, hingga penggunaan knalpot tidak sesuai standar pabrik—terutama di momentum Bulan Suci Ramadan.

Kapolsek Lintau Buo Utara Ipda Ikhsan Maulana menegaskan bahwa penertiban dilakukan demi menjaga keselamatan dan ketenangan publik.

“Langkah yang kami lakukan sore ini adalah respons atas laporan warga. Aktivitas balap liar dan kebisingan knalpot yang tidak sesuai standar sudah sangat meresahkan. Karena itu, kami lakukan penertiban dan penindakan sesuai aturan,” ujarnya.

Menurutnya, aksi tersebut bukan hanya mengganggu kekhusyukan ibadah, tetapi juga berpotensi mencelakakan pengguna jalan lain. Ramadan, kata dia, seharusnya menjadi ruang refleksi, bukan panggung adu kecepatan.

Razia melibatkan unsur kecamatan dan Koramil setempat. Sejumlah kendaraan dengan knalpot tidak standar terjaring dan langsung ditilang oleh Satlantas Polres Tanah Datar.

Camat Lintau Buo Utara Edo Fakhrhazi, menyatakan dukungan penuh terhadap penegakan hukum tersebut. Ia menilai langkah ini penting sebagai bentuk edukasi sosial, khususnya bagi generasi muda.

“Razia bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan untuk melindungi keselamatan bersama dan menjaga ketenangan sosial. Ramadan adalah momentum meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak, termasuk tertib berlalu lintas,” tegasnya.

Ia juga mengajak para orang tua dan tokoh masyarakat untuk ikut berperan aktif mengawasi serta membimbing anak-anak muda agar menyalurkan hobi otomotif secara positif dan aman.

Di sisi lain, para pelaku usaha di sekitar pasar merasakan langsung dampaknya. Erna (65), salah seorang pedagang menilai razia tersebut membawa angin segar bagi aktivitas ekonomi sore hari.

“Kami sebagai pedagang tentu mendukung. Kalau suasana aman dan tidak bising, pembeli jadi nyaman. Apalagi di bulan Ramadan, orang ingin beribadah dan berbelanja dengan tenang,” katanya.

Kapolsek pun mengingatkan para pemuda agar tidak menjadikan jalan raya sebagai arena unjuk keberanian.

“Mari kita jaga suasana Ramadan ini. Bulan suci hanya datang sekali setahun—biarkan orang tua dan masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan,” pungkasnya.

Razia terpadu ini direncanakan berlangsung berkala sebagai bentuk komitmen aparat dan pemerintah kecamatan dalam merespons keluhan warga secara konkret. Di tengah semangat Ramadan, penegakan aturan diharapkan bukan sekadar memberi efek jera, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa ketertiban adalah bagian dari ibadah sosial(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *