Kabupaten Tanah Datar

Retreat Wali Nagari Ditutup: Disiplin Ditempa, Kinerja Dituntut Lebih Tajam

12
×

Retreat Wali Nagari Ditutup: Disiplin Ditempa, Kinerja Dituntut Lebih Tajam

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Agam

Retreat Wali Nagari se-Kabupaten Tanah Datar resmi ditutup di Kampus IPDN Sumatera Barat, Baso, Jumat (10/4/2026). Namun penutupan ini bukan akhir, melainkan titik awal ujian sesungguhnya: bagaimana ilmu dan disiplin yang ditempa selama enam hari diterjemahkan menjadi kinerja nyata di nagari.

Penutupan dilakukan Direktur IPDN Kampus Sumbar, Lalu Satria Utama, ditandai pelepasan tanda peserta dan penyerahan kembali para wali nagari kepada Bupati Eka Putra, disaksikan Wakil Bupati Ahmad Fadly, Sekda Abdurrahman Hadi, serta jajaran pejabat daerah lainnya.

Eka Putra mengaku terkesan dengan energi para peserta. Di tengah padatnya materi dan latihan disiplin, para wali nagari dinilai menunjukkan semangat yang tak surut.

“Saya bangga. Enam hari digembleng, tapi semangat tetap terjaga. Ini modal besar untuk memimpin nagari,” tegasnya.

Namun, apresiasi itu dibarengi pesan keras: hasil retreat tidak boleh berhenti sebagai pengalaman seremonial. Ia menuntut seluruh wali nagari mengaplikasikan materi kepemimpinan, kedisiplinan, dan tata kelola pemerintahan yang didapat selama pelatihan.

“Ilmu sudah didapat. Sekarang saatnya dibuktikan di lapangan, apalagi di tengah efisiensi anggaran. Pelayanan ke masyarakat harus tetap maksimal,” ujarnya.

Dari sisi peserta, Wali Nagari Paninjauan, Afrizal, mengakui retreat ini memberi banyak pelajaran—tidak hanya dari sisi materi, tetapi juga pembentukan karakter dan solidaritas antarwali nagari.

“Disiplin, kebersamaan, dan materi yang kami terima akan kami bawa pulang dan terapkan di nagari,” katanya.

Ia bahkan berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai ruang penguatan kapasitas aparatur pemerintahan nagari.

Sementara itu, Direktur IPDN Lalu Satria Utama menyebut retreat ini sebagai pionir dan mendapat sorotan positif, baik dari internal IPDN maupun daerah lain.

“Ini yang pertama di IPDN Sumbar dan menjadi perhatian banyak pihak. Kami bangga, tapi juga berharap hasilnya benar-benar terlihat di masyarakat,” ujarnya.

Sebagai penutup, diumumkan peserta terbaik dari masing-masing pleton: Endri Joni (Tanjung Bonai), Edri Fauzen Dt. Kayo (Sabu), dan Hijrah Adi Syukrial (Pangian). Kegiatan ditutup dengan parade senja yang menampilkan baris-berbaris wali nagari serta marching band dari SMA N 1 Batusangkar dan IPDN.

Terpisah, Wakil Bupati Ahmad Fadly kembali menegaskan harapan besar pemerintah daerah terhadap hasil retreat ini.

“Kami kagum dengan semangatnya. Sekarang tantangannya adalah bagaimana semangat itu diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih baik di nagari,” ujarnya.

Retreat telah usai. Kini, publik menunggu: apakah semangat dan disiplin yang dibangun selama enam hari itu benar-benar akan mengubah wajah pelayanan di nagari—atau hanya berhenti sebagai seremoni yang cepat dilupakan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *