Berita UtamaNasional

Rindu yang Lama Tertahan, Perantau Minang Baliak Ka Kampuang Lewat Pulang Basamo 2026

10
×

Rindu yang Lama Tertahan, Perantau Minang Baliak Ka Kampuang Lewat Pulang Basamo 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta, relasipublik – Antusiasme perantau Minangkabau untuk baliak ka kampuang halaman pada momentum Lebaran 2026 terlihat begitu tinggi. Sejak pagi, ratusan peserta sudah memadati kawasan Gerbang Pancasila, Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (15/3/2026). Tas dan koper tampak berjejer di antara para perantau yang bersiap menempuh perjalanan panjang menuju ranah Minang.

Keberangkatan itu merupakan Gelombang II Program Pulang Basamo 2026, yang digagas oleh Andre Rosiade bersama Prabowo Subianto. Pada gelombang kedua ini, panitia menyiapkan 150 bus untuk mengangkut para perantau menuju berbagai daerah di Sumatera Barat.

Suasana keberangkatan terlihat ramai namun tertib. Para peserta tampak saling bercengkerama sambil menunggu giliran naik ke bus yang telah disiapkan. Sebagian mengaku sudah lama menantikan momen pulang kampung seperti ini.

Salah seorang peserta, Azelino Bestadi (25), mengatakan dirinya sudah berada di lokasi sejak pagi mengikuti jadwal yang ditentukan panitia.

“Kami sudah hadir saat open gate pukul 05.00 sampai 07.00. Setelah itu peserta berkumpul sampai pukul 09.00. Rombongan paling depan mulai berangkat sekitar pukul 09.15. Hari ini ada 150 bus yang berangkat, dan saya berada di bus nomor 32,” ujarnya kepada wartawan.

Bagi Azelino, perjalanan pulang tahun ini terasa berbeda. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti program Pulang Basamo tersebut.

“Ini pertama kali saya ikut program ini, dan menjadi pengalaman yang luar biasa,” katanya.

Menurutnya, program Pulang Basamo sangat membantu para perantau Minangkabau yang selama ini kesulitan pulang kampung. Tidak sedikit perantau yang akhirnya bisa kembali ke kampung halaman setelah bertahun-tahun merantau.

“Banyak perantau yang akhirnya bisa pulang kampung karena program ini. Rasa rindu baliak ka kampuang halaman benar-benar terbayar. Apalagi semuanya gratis. Terima kasih Pak Andre Rosiade yang sudah memfasilitasi kami para perantau untuk pulang kampung,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus digelar setiap tahun agar semakin banyak perantau Minangkabau yang terbantu untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *