sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Di tengah semarak Pasar Pabukoan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memilih bersikap tegas: keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Melalui operasi pengawasan terpadu, Selasa (24/2/2026), jajanan dan takjil yang beredar diperiksa untuk memastikan aman dikonsumsi masyarakat.
Bupati Tanah Datar Eka Putra melalui Kepala Dinas Kesehatan Aries Sumantri menegaskan, lonjakan permintaan bahan pokok dan maraknya pasar takjil jelang Ramadan kerap membuka celah bagi praktik curang.
“Fokus kami memastikan produk bebas dari formalin, boraks, dan rhodamin B. Kami juga memeriksa masa kedaluwarsa makanan kemasan serta mengantisipasi potensi penimbunan barang yang bisa merusak kualitas dan stabilitas harga,” ujar Aries.
Dari 14 sampel yang diuji di lapangan, 13 dinyatakan negatif dari bahan berbahaya. Namun satu sampel dicurigai mengandung boraks dan langsung dibawa ke laboratorium BPOM Payakumbuh untuk uji lanjutan.
Operasi tidak hanya menyasar Pasar Pabukoan, tetapi juga swalayan dan pedagang eceran di pasar tradisional seperti Pasar Serikat Batusangkar. Pengawasan serupa akan diperluas ke 14 kecamatan dengan melibatkan petugas puskesmas dan unsur pemerintahan setempat.
Aries menegaskan, pengawasan ini merupakan inisiatif Dinas Kesehatan yang bersinergi dengan sejumlah OPD dan aparat penegak hukum. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko keracunan pangan maupun peredaran obat ilegal selama Ramadan.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa dihantui risiko kesehatan akibat pangan yang tidak layak,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan pesan Bupati agar kegiatan pengawasan diniatkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan ibadah pelayanan publik.
“Pangan Aman, Keluarga Nyaman, Lebaran Berkesan,” tutup Aries.
Langkah ini menjadi pengingat bahwa di balik manisnya takjil Ramadan, ada kerja senyap aparat yang memastikan setiap sajian benar-benar aman sampai ke tangan masyarakat(d13)












