Kota Padangpanjang

Satu Tahun Hendri Arnis – Allex Saputra: Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Masyarakat Jadi Prioritas

7
×

Satu Tahun Hendri Arnis – Allex Saputra: Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Masyarakat Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Padang Panjang, RELASIPUBLIK – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota Allex Saputra menjadi momentum penting untuk meninjau kembali berbagai program dan capaian yang telah diwujudkan. Tepat pada 20 Februari 2026, keduanya menandai satu tahun masa pengabdian sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.

Tahun pertama ini dijadikan fase kerja nyata dengan fokus utama pada percepatan pelayanan dasar, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta percepatan pembangunan di berbagai sektor prioritas. “Kami memulai masa kerja dengan tekad membawa perubahan yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Hendri Arnis dalam refleksinya.

Di bidang pendidikan, salah satu program yang mendapat apresiasi luas adalah pemberian seragam gratis bagi siswa SD dan SMP. Kebijakan ini bukan hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan pendidikan akibat persoalan biaya. “Setiap anak Padang Panjang berhak mendapat akses pendidikan yang setara. Program ini kami pastikan terus berlanjut,” tegas Hendri.

Di kawasan Islamic Center, berbagai upaya pengembangan terus dilakukan. Fasilitas diperkuat, kegiatan keagamaan diperluas, dan kelas tahsin Al-Qur’an gratis dibuka untuk masyarakat umum. Kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai pusat syiar Islam, tetapi juga magnet wisata religi yang memperkuat identitas Padang Panjang sebagai Serambi Mekkah.

Pembinaan keluarga juga menjadi fokus melalui kehadiran Program Sekolah Keluarga yang melibatkan 80 ibu rumah tangga. Program ini dirancang untuk memperkuat peran keluarga dalam pendidikan karakter dan pengasuhan anak. “Bangsa yang kuat dimulai dari keluarga yang kuat,” ungkap Hendri Arnis.

Di sektor sosial, Pemko menghadirkan Istana Lansia sebagai ruang bagi warga lanjut usia untuk tetap aktif, sehat, dan berdaya. Sebanyak 212 lansia telah mengikuti kegiatan rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup mereka. Selain itu, pemerintah meresmikan Graha Disabilitas sebagai pusat layanan dan pemberdayaan penyandang disabilitas, termasuk pelatihan, bantuan sosial, dan dukungan usaha.

Sebanyak 129 penerima manfaat telah mendapatkan dukungan dari Graha Disabilitas, membuktikan komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal. “Pembangunan harus adil dan merata. Lansia, penyandang disabilitas, dan pekerja rentan harus merasakan kehadiran pemerintah,” tegas Hendri.

Program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan juga diperkuat secara bertahap sebagai bentuk perlindungan sosial berkelanjutan. Pemerintah kota ingin memastikan para pekerja informal yang selama ini belum terjangkau perlindungan negara dapat hidup lebih aman dan bermartabat.

Pada sektor kesehatan, program Golden Ages atau 1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi prioritas besar pemerintah. Dukungan pangan tambahan untuk ibu hamil berisiko, balita stunting, serta pendampingan keluarga terus diperluas untuk menurunkan angka stunting di Padang Panjang. Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2025 menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menyediakan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Dalam pengembangan ekonomi, berbagai pelatihan seperti bahasa Jepang, hidroponik, tata rias, hingga program pengembangan UMKM dihadirkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Program Walk In Interview yang difasilitasi Pemko juga membuka ruang baru dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

Di sektor pertanian, pemerintah memberikan bantuan alat mesin pertanian, bibit, serta pupuk organik untuk mendukung peningkatan produktivitas petani. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Wawako Allex Saputra menegaskan bahwa seluruh capaian ini adalah hasil kerja kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. “Pembangunan Padang Panjang bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Sinergi inilah yang mempercepat hasil yang kita lihat hari ini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dalam satu tahun kedua kepemimpinan, Pemko akan memperkuat evaluasi dan penguatan program prioritas. Bagi pemerintah, pembangunan bukan sekadar menunjukkan progres, tetapi menghadirkan dampak langsung bagi warga. “Kami tidak ingin hanya bekerja keras, kami ingin hasilnya benar-benar dirasakan,” kata Allex.

Menutup refleksi satu tahun kepemimpinan, Hendri Arnis menyampaikan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. “Kami akan terus bergerak, memperbaiki, dan melayani. Padang Panjang harus menjadi kota yang maju, religius, berprestasi, dan bermarwah. Itu janji kami kepada masyarakat,” tutup Hendri. (Gito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *