Kota Solok, Relasipublik.com – Pemerintah Kota Solok menggelar buka bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dirangkaikan dengan penyampaian capaian Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok, Sabtu (21/02/26).
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta insan pers Kota Solok.
Momentum ini menjadi refleksi perjalanan satu tahun kepemimpinan Ramadhani Kirana Putra bersama Suryadi Nurdal dalam meletakkan fondasi transformasi menuju Solok Kota Madani.
Mengusung tema “Menuju Penguatan Fondasi Transformasi Solok Kota Madani”, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan keterbukaan.
Kehadiran insan pers dinilai penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara objektif dan berimbang.
“Satu tahun bukanlah waktu yang panjang. Namun dengan komitmen, kerja nyata, dan keberpihakan kepada rakyat, satu tahun dapat menjadi fondasi perubahan,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.
Komitmen Lanjutkan Program Pro Rakyat
Dalam sesi keterangan pers kepada awak media usai kegiatan, Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menegaskan bahwa satu tahun pertama kepemimpinan difokuskan pada konsolidasi dan penguatan fondasi pembangunan.
“Kita menyadari tantangan fiskal yang tidak ringan, termasuk efisiensi anggaran dan beban tunda bayar. Namun Alhamdulillah, dengan kerja sama seluruh jajaran dan dukungan masyarakat, program-program prioritas tetap berjalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, capaian di bidang kesehatan melalui UHC, perlindungan sosial bagi pekerja rentan, hingga bantuan pendidikan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.
“Ke depan, kita akan terus memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan kualitas SDM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Transformasi menuju Solok Kota Madani harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya di hadapan awak media.
Hadapi Tantangan Fiskal dan Tunda Bayar
Pada tahun pertama, Pemko Solok dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang mempersempit ruang fiskal daerah. Di sisi lain, beban tunda bayar Tahun Anggaran 2024 menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertanggung jawab.
Dalam keterbatasan tersebut, Pemko Solok memprioritaskan pelayanan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Konsolidasi birokrasi dilakukan melalui optimalisasi pendapatan daerah, pengendalian belanja, serta peningkatan akuntabilitas dan transparansi keuangan.
Capaian UHC dan Penguatan Perlindungan Sosial
Di bidang kesehatan, komitmen menghadirkan layanan merata diwujudkan melalui perluasan Universal Health Coverage (UHC). Hingga Desember 2025, sebanyak 16.916 jiwa dibiayai oleh Pemerintah Kota Solok dengan cakupan UHC mencapai 98,7 persen dan tingkat keaktifan kepesertaan sebesar 91,72 persen.
Atas capaian tersebut, Pemko Solok menerima Penghargaan UHC Award kategori Madya. Perlindungan sosial juga diperkuat melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi 2.260 pekerja rentan, mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Pemerintah Kota Solok juga menggratiskan pembayaran rekening air PDAM untuk seluruh masjid dan mushalla sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan.
Pendidikan Gratis dan Beasiswa Internasional
Untuk menjamin akses pendidikan yang setara, Pemko Solok menghadirkan Program Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis bagi siswa SMP kurang mampu. Pada 2025, program ini menjangkau 252 siswa dan melibatkan pedagang serta pelaku UMKM lokal.
Program beasiswa ke Timur Tengah tetap dilanjutkan dengan 16 mahasiswa menerima dukungan pendidikan dan 11 mahasiswa jalur mandiri memperoleh bantuan keberangkatan.
Kerja sama pendidikan juga diperluas melalui beasiswa bersama Batam Tourism Polytechnic bagi dua mahasiswa, serta penandatanganan nota kesepahaman beasiswa ke kawasan Eropa dan Asia bersama PTSTEP International Services.
Sport Tourism dan Respons Bencana
Di sektor ekonomi dan pariwisata, pengembangan kawasan sport tourism Puncak Garunun Bidadari Payo terus diakselerasi sebagai destinasi unggulan berbasis alam sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Penghujung 2025 menjadi ujian berat ketika bencana hidrometeorologi berupa angin kencang dan banjir bandang melanda Kota Solok. Wali Kota dan Wakil Wali Kota turun langsung memimpin penanganan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat meninjau Posko Tanggap Darurat Bencana Kota Solok.
Fondasi Menuju Solok Kota Madani
Satu tahun kepemimpinan ini menjadi fase konsolidasi dan peletakan fondasi transformasi. Tantangan fiskal, keterbatasan anggaran, hingga ujian bencana menjadi momentum untuk memperkuat langkah menuju Solok Kota Madani yang religius, berkeadaban, maju, dan menyejahterakan.
“Satu tahun mengabdi. Bertahan dalam ujian. Melangkah pasti menuju Solok Kota Madani,” tutup Wali Kota. (A3)












