BeritaDaerahKota Padang

Soal Hak Ulayat Koto Nan Ompek di Payakumbuh, Fauzi Bahar Dt. Sati : Tidak Ada Kusut yang Tak Selesai

20
×

Soal Hak Ulayat Koto Nan Ompek di Payakumbuh, Fauzi Bahar Dt. Sati : Tidak Ada Kusut yang Tak Selesai

Sebarkan artikel ini

Padang,relasipublik – Menyikapi polemik Pemko Payakumbuh dengan Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek soal tanah ulayat Pasar Payakumbuh, LKAAM Sumbar mengusulkan kedua pihak duduk bersama untuk mencari titik temu penyelesaian. Saling adu argumen dan adu kuat tidak akan menyelesaikan masalah.

“Tidak ada yang lebih baik daripada duduk bersama, mediasi dan bermusyawarah secara keluargaan antara Wali Kota dengan Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek. Pengurus LKAAM Sumbar siap menjadi mediator atau fasilitator kalau diminta,” kata Ketua Umum LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati, Senin (11/1/2026).

Menurut Prof Fauzi Bahar Dt. Sati, tanah ulayat nagari adalah hak, identitas dan kehormatan dari suatu nagari. Ini tentu harus dihargai. Karena itu, pihak manapun yang ingin memanfaatkan tanah ulayat nagari harus mendapatkan persetujuan dari Niniak Mamak secara bulat.

“Pemerintah Kota Payakumbuh jika memerlukan tanah ulayat nagari bisa saja, asal mendapatkan persetujuan dari Niniak Mamak. Karena itu tidak perlu memaksakan kehendak, kembali saja ke pangkal jalan dan duduk bermusyawarah dengan Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek. Perwakilan Niniak Mamak Koto Nan Ompek yang bertemu dengan kami, menyatakan dukungan kepada pembangunan Pasar Payakumbuh asal Wali Kota mau bermusyawarah dengan Niniak Mamak,” kata Fauzi Bahar Dt. Sati, Wali Kota Padang periode 2004-2014.

Pada hari Sabtu tanggal 10 Januari 2026, Perwakilan Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek mengadakan pertemuan dengan Ketum LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati di Cafe Petto, Kota Payakumbuh. Pada saat itu diserahkan tembusan Surat Pernyataan Anak Nagari oleh Dr. Anton Permana, SIP.,MH Dt. Hitam.

Dalam pertemuan itu, Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek terdiri dari AP Dt. Itam, Salman Dt. Mahudun Tuo Kampuang pasukuan Piliang, Defitri Dt. Simarajo Lelo, Pengurus dan Ketua Bundo Kanduang Koto Nan Ompek terpilihYeni Ramzi Dkk., dan Dt. Paduko Tuan dari Nagari Aia Tabik.

Dalam arahannya setelah menerima Surat Pernyataan Anak Nagari Koto Nan Ompek itu, Ketum LKAAM Sumbar Prof Dr. Fauzi Bahar menambahkan, jika Pemko Payakumbuh berbenturan dengan Niniak Mamak sebagai pemilik tanah ulayat pasti akan capek sendiri serta akan menguras energi. Karena Niniak Mamak posisinya mempertahankan hak, identitas dan aset nagari sesuai pula caranya dengan adat salingka nagari.

“Obatnya yang paling ampuh adalah bermusyawarah. Jika sesat di ujung jalan maka kembali ke pangkal jalan, tidak perlu pula malu Pemko Payakumbuh dan Niniak Mamak Koto Nan Ompek membuka ruang untuk bermusyawarah dan duduk bersama. Kita dari LKAAM Sumbar siap menjadi mediator jika diminta kedua belah pihak,” jelas Fauzi Bahar Dt. Sati, yang didampingi Chairil Anwar Dt. Mulia dan Arfa Kasni Dt. Tumangguang.

Kisruh tanah ulayat Pasar Syarikat Payakumbuh hingga kini masih menggantung, karena belum adanya titik temu antara Pemko Payakumbuh dengan Nagari Koto Nan Ompek. Kedua pihak masih berdiri pada argumen masing-masing dan waktu pun terus berlalu terbuang percuma.

Pemko Payakumbuh jalan terus mengurus sertifikat Hak Pakai (HP) dengan merangkul beberapa Niniak Mamak Koto Nan Ompek pada 5 Januari 2026. Sementara Rapat Akbar Anak Nagari Koto Nan Ompek pada tanggal 9 Januari 2026 menolak kesepakatan itu dengan alasan tidak ada musyawarah yang melibatkan Niniak Mamak. Karena itu jauh-jauh hari Niniak Mamak telah memasukkan permohonan blokir kepada BPN Payakumbuh. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *