Kabupaten Tanah Datar

Tak Ada Ruang untuk Hoaks, Kominfo Perkuat Wartawan Lewat E-Media

33
×

Tak Ada Ruang untuk Hoaks, Kominfo Perkuat Wartawan Lewat E-Media

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com //  Tanah Datar

Perubahan lanskap media yang kian cepat menuntut adaptasi serius. Menjawab tantangan itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tanah Datar menggelar sosialisasi Electronic Media (E-Media) bagi wartawan mitra pemerintah daerah di Aula Bappedalitbang, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi teknis, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem informasi yang akurat, cepat, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus digital yang tak lagi memberi ruang bagi kelalaian.

Sekretaris Dinas Kominfo, Efrison, dalam paparannya menegaskan bahwa transformasi media ke arah digital bukan pilihan, melainkan keniscayaan yang harus diikuti dengan peningkatan kualitas kerja jurnalistik.

Menurutnya, platform E-Media dirancang sebagai jembatan antara pemerintah daerah dan insan pers, guna memastikan distribusi informasi berjalan lebih efektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“E-Media ini bukan hanya alat publikasi, tetapi instrumen kontrol kualitas informasi. Setiap konten yang diproduksi harus memenuhi standar akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik,” tegasnya.

Ia menambahkan, di tengah maraknya disinformasi dan berita yang tidak terverifikasi, wartawan dituntut untuk lebih adaptif tanpa mengorbankan integritas. Kecepatan dalam menyajikan berita, kata dia, tidak boleh mengalahkan kebenaran.

“Digitalisasi mempercepat segalanya, tetapi juga memperbesar risiko. Karena itu, wartawan harus mampu menjaga kredibilitas di tengah tekanan kecepatan,” lanjutnya.

Sosialisasi ini juga mengupas teknis penggunaan E-Media, mulai dari mekanisme unggah konten, standar penulisan, hingga sistem verifikasi yang diterapkan. Tujuannya jelas: menciptakan satu kanal informasi resmi yang mampu menjadi rujukan publik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar, Dedi Tri Widono, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemitraan antara pemerintah dan wartawan harus dibangun di atas fondasi profesionalisme, bukan sekadar hubungan formal.

Ia menekankan bahwa peran media sangat krusial dalam membentuk persepsi publik terhadap kinerja pemerintah. Karena itu, kualitas informasi yang disampaikan harus benar-benar terjaga.

“Kami ingin kemitraan ini melahirkan informasi yang mencerahkan, bukan membingungkan. Wartawan adalah mitra strategis, sekaligus penjaga akal sehat publik,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa era digital telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat secara drastis. Informasi yang tidak akurat bukan hanya merugikan pemerintah, tetapi juga dapat memicu keresahan sosial.

“Jangan sampai ruang digital kita dipenuhi informasi yang setengah jadi. Kita butuh berita yang utuh, berimbang, dan dapat dipercaya,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Kominfo Tanah Datar berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan insan pers, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menghadirkan informasi publik yang transparan, kredibel, dan berdaya guna.

Di tengah banjir informasi yang tak terbendung, satu hal menjadi penegas: hanya media yang menjaga integritas yang akan tetap dipercaya. Sisanya, akan tenggelam dalam kebisingan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *