BeritaDaerahKabupaten Solok

Tak Sekadar Adu Mesin, Offroad Balanyah 2 Uji Mental di Medan Ekstrem Landok

66
×

Tak Sekadar Adu Mesin, Offroad Balanyah 2 Uji Mental di Medan Ekstrem Landok

Sebarkan artikel ini

Solok, Relasipublik.m.com — Bukan sekadar ajang adu mesin dan kecepatan, Offroad Balanyah 2 menjelma menjadi panggung uji mental dan keberanian di medan ekstrem Landok, Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Senin (23/3/2026).

Lintasan yang disuguhkan benar-benar menguras kemampuan peserta.
Jalur berlumpur tebal, tanjakan licin, hingga trek sempit di pematang sawah memaksa para offroader mengandalkan teknik tinggi dan kekompakan tim. Sedikit kesalahan saja bisa membuat kendaraan terjebak, bahkan terguling.

Suasana di lokasi berlangsung penuh ketegangan. Deru mesin kendaraan meraung keras, disambut sorakan ratusan penonton yang memadati area lintasan.

Namun di balik kerasnya persaingan, nilai solidaritas justru tampak dominan. Para peserta saling membantu saat kendaraan rekannya terperosok, memperlihatkan kuatnya rasa persaudaraan di antara komunitas offroad.

Ketua panitia, Fikri, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar hobi ekstrem, dan di adakan besok Selasa 24/3/2026.
“Ini bukan soal siapa paling cepat atau paling hebat. Offroad itu tentang mental, keberanian, dan kekompakan. Di medan seperti ini, semua harus saling bantu. Tidak ada yang bisa jalan sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, pelaksanaan kegiatan yang digelar pasca Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 M sengaja dipilih untuk menghadirkan suasana kebersamaan yang lebih luas, tidak hanya di kalangan offroader, tetapi juga masyarakat.

“Kita ingin momen setelah Lebaran ini menjadi ajang mempererat hubungan.
Selain komunitas, masyarakat juga bisa menikmati hiburan, apalagi banyak perantau yang pulang kampung,” katanya.

Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai daerah, tidak hanya dari Solok.
Melalui Offroad Balanyah 2, tersampaikan pesan kuat bahwa di balik kerasnya medan dan tantangan, tersimpan nilai kebersamaan yang justru semakin mempererat hubungan. Dari lumpur Landok, lahir semangat solidaritas yang tak lekang oleh waktu. (A5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *