Kota Padangpanjang

Tokoh Adat Dilibatkan, Pembangunan Tol Perhatikan Nilai Sosial dan Budaya

6
×

Tokoh Adat Dilibatkan, Pembangunan Tol Perhatikan Nilai Sosial dan Budaya

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Keterlibatan tokoh adat dan pemangku kepentingan lokal menjadi salah satu fokus dalam perencanaan pembangunan Jalan Tol Padang–Bukittinggi yang saat ini memasuki tahapan koordinasi pengadaan tanah.

Pemerintah bersama pihak pelaksana proyek menilai masukan dari masyarakat adat sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kondisi sosial yang ada di lapangan.

Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, mengatakan pembangunan infrastruktur harus memperhatikan karakteristik daerah yang dilalui, termasuk aspek budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Ia menegaskan bahwa keberadaan ninik mamak dan tokoh adat memiliki peran strategis dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui keterlibatan berbagai unsur tersebut, pemerintah berharap setiap persoalan yang muncul dapat dibahas secara musyawarah sehingga menghasilkan solusi yang dapat diterima bersama.

Dalam rapat koordinasi, sejumlah pemangku adat dari wilayah Padang Panjang dan Tanah Datar turut hadir untuk memberikan pandangan terkait rencana trase jalan tol.

Berbagai isu yang menjadi perhatian antara lain keberadaan tanah ulayat, rumah adat, serta kawasan yang memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat.

Pemerintah menilai perlindungan terhadap nilai-nilai budaya lokal harus menjadi bagian dari proses pembangunan agar tidak menimbulkan dampak sosial yang berkepanjangan.

Selain menjaga keharmonisan masyarakat, pendekatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat dukungan publik terhadap proyek pembangunan jalan tol.

Komunikasi yang intensif dan terbuka diyakini menjadi kunci untuk menyatukan berbagai kepentingan yang ada sehingga proses pembangunan dapat berjalan secara efektif.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memfasilitasi dialog antara masyarakat dan pihak terkait selama proses perencanaan berlangsung.

Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat adat, dan pelaksana proyek, pembangunan Jalan Tol Padang–Bukittinggi diharapkan mampu menjadi contoh pembangunan yang menghormati nilai budaya sekaligus mendukung kemajuan daerah.(gito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *