sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Langkah konkret penguatan ketahanan gizi masyarakat mulai diuji di tingkat nagari. Simulasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung Barulak digelar pada Kamis (3/4) di Kecamatan Batipuh, sebagai penanda keseriusan menghadirkan program makan bergizi gratis yang tak sekadar wacana.
Kepala SPPG Tanjung Barulak, Thomas Putra Oyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa simulasi ini bukan seremoni, melainkan tahapan krusial sebelum peluncuran resmi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai uji kesiapan menyeluruh menjelang launching yang direncanakan pada Sabtu (4/4) mendatang.
“Simulasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal sebelum resmi diluncurkan. Pada tahap awal, SPPG Tanjung Barulak akan mendistribusikan 800 paket makan bergizi gratis kepada 800 penerima manfaat di kenagarian Tanjung Barulak,” ujarnya tegas.
Ia menambahkan, kesiapan distribusi, kualitas makanan, hingga ketepatan sasaran menjadi fokus utama agar program ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi target angka.
Sementara itu, Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus owner Nurhayati, S.Pd., M.A, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses panjang hingga SPPG ini bisa beroperasi.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Proses ini tidak mudah, penuh tantangan dan perjuangan. Namun dengan kolaborasi yang kuat, SPPG Tanjung Barulak akhirnya dapat berdiri dan siap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya tentang distribusi makanan, tetapi tentang komitmen bersama dalam membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Bupati Tanah Datar yang diwakili Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Yusnen, menyoroti dampak strategis kehadiran SPPG, tidak hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga ekonomi.
“SPPG ini bukan hanya menjawab kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan roda ekonomi lokal. Ini adalah program yang memiliki efek berantai—dari dapur hingga kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan program melalui sinergi lintas sektor agar manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang.
Kegiatan simulasi ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, Camat Batipuh, Koordinator Wilayah SPPG Bayu Anggi Nugraha, unsur Forkopimca seperti Kapolsek dan Dandramil, Wali Nagari, serta para Kepala UPT sekolah se-Tanjung Barulak.
Simulasi ini menjadi cermin: bahwa program makan bergizi gratis hanya akan berdampak jika dikelola serius, diawasi ketat, dan dijalankan dengan integritas. Lebih dari itu, ini adalah ujian—apakah komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat benar-benar dijalankan, atau hanya berhenti di panggung seremoni(d13)












