BeritaDaerahKabupaten Pesisir Selatan

Usai Salat Id di Painan, Bunda Lisda Duduk Basamo Warga: “Idulfitri Ini Waktunya Kito pakuek Silaturahmi”

15
×

Usai Salat Id di Painan, Bunda Lisda Duduk Basamo Warga: “Idulfitri Ini Waktunya Kito pakuek Silaturahmi”

Sebarkan artikel ini

Painan, relasipublik – Lapangan GOR Ilyas Yakub di Painan sejak pagi telah dipenuhi ribuan warga yang datang dengan balutan pakaian putih dan terbaik mereka. Suasana takbir dan salam-salaman khas Idulfitri menyelimuti seluruh kawasan.

Di tengah kebersamaan itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr, atau yang akrab disapa Bunda Lisda, tampak hadir melaksanakan salat Idulfitri 1447 H bersama masyarakat. Ia datang bukan sekadar sebagai tokoh, tetapi turut duduk bersila, bersalaman, dan bercengkrama hangat dengan warga yang memadati lokasi.

Bunda Lisda yang dikenal dekat dengan masyarakat Pesisir Selatan itu memanfaatkan momen hari kemenangan untuk menyampaikan pesan yang begitu membekas.

“Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya dengan senyum khasnya kepada warga yang berkumpul di sekitarnya.

Namun, lebih dari sekadar ucapan Lebaran, Bunda Lisda mengajak seluruh masyarakat Pesisir Selatan menjadikan Idulfitri ini sebagai penguat tali persaudaraan.

“Idulfitri bukan hanya soal bermaafan. Ini waktunyo kito memperkuat silaturahmi. Kito lapehan perbedaan, kito rangkul kembali saudara-saudara yang mungkin lama tak bersua,” pesannya dengan logat Minang yang kental, membuat warga tersenyum dan mengangguk-angguk.

Suasana makin hangat ketika ia bersama istri-istri Forkopimda Pesisir Selatan berkeliling menyapa warga. Tak sedikit yang meminta berswafoto, bersalaman, dan sekadar bertukar cerita. Anak-anak pun tak luput dari perhatiannya.

“Mudah-mudahan kebersamaan yang kito rasokan hari ini terus terjaga. Pesisir Selatan kito tercinta ini harus tetap rukun, aman, dan penuh keberkahan,” tambahnya.

Bagi masyarakat Pesisir Selatan, kehadiran Bunda Lisda di tengah mereka di hari Lebaran bukan sekadar seremoni. Ia dikenal sebagai sosok yang selalu hadir saat masyarakat butuh, dan kali itu pun ia kembali menunjukkan bahwa Idulfitri adalah waktu terbaik untuk memperkuat ikatan batin antara pemimpin dan rakyatnya.

Usai salat, ribuan warga masih bertahan di lapangan, duduk beralas tikar, menikmati kebersamaan yang mungkin hanya hadir setahun sekali. Bunda Lisda pun ikut larut, sesekali tertawa lepas bersama warga, sesekali mendengarkan keluh kesah dengan saksama.

“Idulfitri ini waktunyo kito jadikan awal yang baru. Kito bangun kembali semangat gotong royong, kito kuatkan lagi ukhuwah. Insya Allah, kalau kito basamo, semua akan terasa ringan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *