BeritaDaerahKabupaten Solok

Walikota Padang Jadi Narasumber di Rakornas FKUB

12
×

Walikota Padang Jadi Narasumber di Rakornas FKUB

Sebarkan artikel ini

Padang, relasipublik – Wali Kota Padang Fadly Amran, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan tema “Sinergi Pemerintah dan FKUB Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial” yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (4/2/2026).

Rakornas ini menjadi forum strategis bagi pemerintah pusat dan daerah bersama FKUB se-Indonesia untuk memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan bangsa dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Wali Kota Padang menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan pilar penting dalam pembangunan Kota Padang. Ia memaparkan bahwa Padang sejak lama tumbuh sebagai kota multikultural.

“Keberagaman di Kota Padang terjalin secara historis dan kultural. Istilah Urang Padang Jalan Barampek mencerminkan kolaborasi empat etnis besar yaitu Minang, Nias, Tionghoa, dan India yang hidup berdampingan dan bergotong royong membangun kota,” ungkapnya.

Fadly Amran juga menjelaskan bahwa wajah multikultural Padang terbentuk sejak abad ke-17 sebagai kota pelabuhan, di mana berbagai etnis dan pemeluk agama datang, berinteraksi, serta berbaur secara harmonis dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, ia memaparkan praktik konkret penguatan kerukunan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang bersama FKUB, seperti peninjauan pelaksanaan ibadah lintas agama, pernyataan sikap bersama menyambut bulan suci Ramadan, aksi sosial lintas suku dan agama, hingga pembinaan kerohanian bagi pelajar dari berbagai latar belakang keagamaan.

Dalam Rakornas tersebut, Wali Kota Padang juga menyampaikan pengalaman penanganan konflik sosial di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, yang berhasil diselesaikan melalui pendekatan dialogis, kolaboratif, dan musyawarah bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB, serta unsur Forkopimda.

“Kecepatan respons pemerintah daerah, dukungan tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam meredam konflik dan membangun kembali harmoni sosial,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *