Padang, relasipublik – Maigus Nasir membuka secara resmi Seminar dan Workshop Tenaga Pendidik Yayasan Pertiwi Kodya Padang di Hotel Santika Padang, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Happy School, Happy Students: Mewujudkan Kepuasan dan Kesejahteraan Siswa”.
Seminar dan workshop ini diikuti sebanyak 134 tenaga pendidik dari tujuh sekolah di bawah naungan Yayasan Pertiwi Kodya Padang. Turut hadir Ketua Yayasan Pertiwi Kodya Padang Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Yayasan Pertiwi Kodya Padang Sri Hayati Maigus Nasir, jajaran pengurus yayasan, serta sejumlah dosen dari Program Studi Psikologi Universitas Andalas.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Yayasan Pertiwi Kodya Padang dengan Departemen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan yang memperhatikan kesehatan mental dan kesejahteraan siswa.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik semata, tetapi juga lingkungan yang sehat secara mental dan sosial.
“Sekolah harus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang kuat secara karakter maupun emosional,” ujar Maigus Nasir.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam mendampingi perkembangan anak di lingkungan sekolah.
“Anak yang sukses tumbuh dari lingkungan yang baik mulai di lingkungan keluarga, hingga sekolah, maupun masyarakat. Karena itu, guru harus hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai orang tua bagi murid-muridnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pertiwi Kodya Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menyoroti pentingnya membangun budaya sekolah yang ramah anak dan bebas dari praktik bullying.
Menurutnya, bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui ucapan maupun hukuman yang mempermalukan siswa di depan teman-temannya.
“Karena itu, pendekatan pendidikan harus lebih manusiawi, komunikatif, dan memperhatikan kondisi psikologis anak,” katanya.
Ia berharap seminar dan workshop tersebut menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya sekolah yang sehat dan menyenangkan di lingkungan Yayasan Pertiwi.
“Semoga bapak ibu para tenaga pendidik mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi siswa,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari dosen Program Studi Psikologi Unand, yakni Yantri Mapitra, Meria Susanti, Nila Anggreiny, dan Izzanil Hidayati. Selain itu, Sri Hayati Maigus Nasir turut memberikan materi mengenai Emotional Freedom Technique (EFT).












