sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Wirabraja Pacu Kuda Open Race dan Tradisional 2026 resmi ditutup Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM, Senin (9/2/2026) sore di Gelanggang Pacu Kuda Dang Tuanku Bukit Gombak. Selama dua hari pelaksanaan, arena pacu dipadati penonton, menegaskan pacu kuda masih menjadi hiburan rakyat yang sangat dinantikan.
Di balik kemeriahan, Bupati Eka Putra menekankan bahwa keberlanjutan pacu kuda tidak hanya soal tradisi, tetapi juga ketertiban penonton. Ia menyebut pacu kuda sebagai warisan nenek moyang yang hanya bisa terus digelar jika masyarakat bersama-sama menjaga aturan.
Ajang yang diikuti 93 ekor kuda dari berbagai daerah ini berlangsung aman dan turut menggerakkan UMKM di sekitar arena. Bupati mengapresiasi peran panitia, Forkopimda, Pordasi Sumbar, donatur, serta masyarakat yang menyukseskan kegiatan tersebut.
Ketua Pelaksana Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi berharap pacu kuda Oktober 2026 mendatang dapat digelar lebih meriah dan lebih tertib. Sementara Pordasi Tanah Datar membuka peluang pacu kuda dilaksanakan dua kali setahun, bergantung kesiapan teknis dan arena.
Lebih dari sekadar lomba, Wirabraja Pacu Kuda 2026 menjadi pengingat bahwa tradisi hanya akan bertahan jika dirawat dengan kesadaran dan kedewasaan bersama(d13)












