Tanah Datar, relasipublik – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menghadiri kegiatan Alek Kapalo Banda di Jorong Gunung Bungsu, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (4/4/2026). Dalam kesempatan itu, Zigo menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana di wilayah tersebut.
Kegiatan adat yang menjadi tradisi masyarakat setempat itu turut dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD Provinsi Sumatera Barat, DPRD Kabupaten Tanah Datar, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), serta perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.
Menurut Zigo, Alek Kapalo Banda bukan hanya tradisi adat sebagai bentuk rasa syukur atas karunia air dan kesuburan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat pascabencana.
“Tema tahun ini sangat relevan, yakni meneguhkan persatuan dan merawat kebersamaan dalam menjawab tantangan pascabencana. Ini menunjukkan semangat gotong royong masyarakat yang harus terus kita jaga,” ujar Zigo Rolanda.
Ia mengungkapkan, di balik suasana kebersamaan tersebut, masyarakat masih menghadapi dampak bencana yang cukup berat. Sejumlah infrastruktur vital mengalami kerusakan, mulai dari jalan yang putus hingga saluran irigasi dan jembatan.
“Jalan Gunung Bungsu–Tambangan putus, sembilan titik saluran irigasi rusak, dua jalan usaha tani rusak, serta lima jembatan mengalami kerusakan. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami di Komisi V DPR RI,” katanya.
Zigo menambahkan, pihaknya telah menerima berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan terkait percepatan pembangunan infrastruktur di Nagari Batipuh Baruah.
“Sebagai Anggota DPR RI dari Sumatera Barat, ini menjadi perhatian serius. Negara harus hadir dalam setiap persoalan masyarakat, terlebih dalam kondisi bencana,” tegasnya.
Untuk penanganan irigasi, Zigo menyebut telah meminta BWS V Sumatera Barat segera turun ke lapangan pada pekan depan guna meninjau langsung kerusakan dan mempercepat proses penanganan.
Sementara untuk infrastruktur jalan, pihaknya akan mendorong melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
“Kami akan mendorong perbaikan melalui program Inpres Jalan Daerah dan meminta pemerintah daerah segera mengusulkan agar bisa segera ditindaklanjuti. Kami juga siap memberikan surat dukungan sebagai bagian dari upaya percepatan,” jelasnya.
Ia berharap langkah tersebut menjadi awal pemulihan sehingga aktivitas masyarakat dan roda perekonomian nagari dapat kembali berjalan normal.
“Semoga ini menjadi langkah awal percepatan pemulihan, agar aktivitas masyarakat kembali normal dan ekonomi nagari kembali bergerak,” tutup Zigo. (***)












