Sumani, Relasipublik — Setiap bulan suci Ramadhan, Pasar Pabukoan Sumani selalu hadir dan menjadi pusat keramaian masyarakat untuk berburu takjil dan kebutuhan berbuka puasa. Aktivitas ini jelas membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi warga, khususnya pelaku usaha kecil dan pedagang musiman. Berita ini dihimpun pada Sabtu, (28/2/2026)
Namun ironisnya, hingga kini pasar pabukoan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut terkesan berjalan tanpa penataan yang maksimal. Kondisi lapak yang semrawut, parkir kendaraan di bahu jalan, hingga kemacetan di ruas jalan lintas Sumatera kerap terjadi menjelang waktu berbuka.
Seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kritiknya terhadap Pemerintah Kabupaten Solok. Menurutnya, setiap tahun pasar pabukoan selalu ada, tetapi pola penanganannya terkesan tidak pernah dievaluasi secara serius.
“Setiap Ramadhan pasti ada pasar pabukoan. Pasar sumani sentra Pabukoan selama ramadhan,penggelola pasar Sumani, juga harus menata lapak dan tidak ada kejanggalan dalam penempatan lapak serta menjaga kenyamanan kendaraan ,Seharusnya ini sudah bisa diprediksi dan ditata dengan baik. Jangan sampai hanya ramai, tapi tidak tertib. Pemerintah harus hadir, jangan terkesan hanya membiarkan,” ujarnya.
Ia menilai, koordinasi antarinstansi seperti Dinas Koperasi usaha kecil menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Solok, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pariwisata dan kebudayaan masih belum terlihat maksimal di lapangan.
Menurutnya, DKUKMPP seharusnya mampu menata zonasi pedagang agar tidak memakan badan jalan. Dinas Perhubungan mestinya melakukan rekayasa lalu lintas dan menempatkan petugas pada jam-jam rawan macet. Sementara Dinas Pariwisata dapat mengemas pasar ini sebagai destinasi wisata kuliner Ramadhan yang tertib dan menarik.
“Kalau dikelola dengan baik, ekonomi masyarakat bisa bangkit, daya beli meningkat, keamanan terjaga, dan masyarakat merasa nyaman. Tapi sampai sekarang, dampak kinerja instansi terkait belum begitu terasa selama bulan puasa,” tambahnya.
Pasar Pabukoan Sumani memiliki potensi besar bukan hanya sebagai pusat ekonomi musiman, tetapi juga sebagai ikon wisata kuliner Ramadhan di Kabupaten Solok. Namun potensi tersebut tidak akan maksimal tanpa perencanaan, pengawasan, dan sinergi yang nyata dari pemerintah daerah.
Masyarakat berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum evaluasi bersama.
Pemerintah diharapkan tidak hanya hadir dalam seremoni, tetapi benar-benar turun tangan memastikan pasar pabukoan berjalan tertib, aman, bersih, dan memberi manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat. (A3 )












