Berita UtamaDaerahKabupaten Solok

Tak Sekadar Seremonial, HUT ke-113 Jadi Ujian Dampak Nyata Pemkab Solok

71
×

Tak Sekadar Seremonial, HUT ke-113 Jadi Ujian Dampak Nyata Pemkab Solok

Sebarkan artikel ini
Foto: Suasana sebuah kedai kopi di Gor Tuanku Tabiang Koto Baru tampak Sekda Kab solok Medison lagi diskusi ringan bersama kepala OPD dan kehadiran Sekda Kota Solok memberikan kebersamaan antara pemerintah kota/kab solok (dok foto istimewa)

Solok, Relasipublik.com – Suasana Minggu pagi di Gelanggang Olahraga Batubatupang Koto Baru tidak sekadar menghadirkan aktivitas fisik, tetapi juga menjadi simbol kuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama warga terlihat menyatu dalam kegiatan olahraga pagi, Minggu (5/4/2026), menciptakan energi positif menjelang peringatan Hari Jadi ke-113 Kabupaten Solok.

Kegiatan seperti ini sejatinya bukan hanya rutinitas olahraga, melainkan ruang strategis untuk membangun kedekatan emosional antara pemerintah daerah dan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, kehadiran langsung ASN di tengah masyarakat menjadi pesan penting bahwa pemerintah tidak berjarak dengan rakyatnya.

Antusiasme yang ditunjukkan peserta, mulai dari berjalan santai hingga senam pagi di pelataran Stadion Tuanku Tabiang, memperlihatkan bahwa kebersamaan bisa dibangun melalui cara sederhana. Kehadiran Ketua PKK Kabupaten Solok, Kurniati Jon Firman Pandu, bersama para ibu-ibu dalam senam pagi turut memperkuat peran perempuan dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus mempererat silaturahmi.

Momentum ini menjadi semakin bermakna karena berlangsung menjelang Hari Jadi Kabupaten Solok ke-113 yang akan diperingati pada 9 April 2026. Mengusung tema “Bekerja, Berkarya dan Semakin Berdampak,” peringatan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di sisi lain, suasana santai yang terlihat di warung kopi antara Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, dan Sekretaris Daerah Kota Solok, Dr. Desmon, juga memberikan pesan penting. Dialog informal seperti ini sering kali menjadi ruang lahirnya ide-ide segar dan kolaborasi lintas daerah yang lebih cair dan produktif.

Rencana kegiatan seperti pawai nagari dan festival kuliner nagari yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Solok patut diapresiasi. Selain melibatkan masyarakat secara langsung, kegiatan tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat identitas budaya daerah. Namun demikian, penyesuaian dengan kondisi keuangan daerah akibat kebijakan efisiensi menjadi tantangan yang harus dikelola secara bijak.

Dukungan yang disampaikan oleh Sekda Kota Solok, yang memiliki kedekatan emosional dengan Kabupaten Solok, menjadi bukti bahwa hubungan antardaerah tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga penuh nilai historis dan personal. Hal ini menjadi modal sosial yang penting dalam membangun sinergi pembangunan ke depan.

Pada akhirnya, kegiatan olahraga pagi ini menggambarkan wajah Kabupaten Solok yang semakin matang di usia ke-113 tahun. Kebersamaan yang terbangun tidak hanya menjadi simbol, tetapi harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Hari jadi bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum refleksi dan evaluasi. Harapannya, Kabupaten Solok tidak hanya terus “bekerja dan berkarya,” tetapi juga benar-benar “semakin berdampak” bagi kesejahteraan masyarakatnya. (A3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *