Berita UtamaKabupaten Solok

Air Bersih Baru 57 Persen, Ini PR Besar Direksi Perumda Tirta Solok Nan Indah

27
×

Air Bersih Baru 57 Persen, Ini PR Besar Direksi Perumda Tirta Solok Nan Indah

Sebarkan artikel ini
Foto : Sekda Kabupaten Solok Medison (kanan) melantik dirut PDAM Kabupaten Solok (dok foto istimewa)

Solok, Relasipublik.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, resmi melantik jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Solok Nan Indah untuk masa jabatan 2026–2031, Kamis (23/4/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Febri Fauzan kembali dipercaya memimpin perusahaan daerah yang bertanggung jawab atas layanan air bersih di Kabupaten Solok.

Pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok itu dihadiri Asisten II Jefrizal, Asisten III Evanasri, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Solok, serta sejumlah undangan lainnya.

Penunjukan kembali Febri Fauzan dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan tata kelola perusahaan sekaligus mempercepat peningkatan kualitas layanan air minum bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Medison menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Perumda.

“Ini bukan hanya pelantikan, tetapi titik awal pembenahan total. Seluruh jajaran harus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat,” tegas Medison.

Ia menekankan bahwa pelayanan air minum merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar, sekaligus menjadi indikator utama kualitas pelayanan publik di daerah.

Namun demikian, Medison mengungkapkan kondisi yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Hingga saat ini, cakupan layanan air bersih di Kabupaten Solok baru mencapai sekitar 57 persen, masih jauh dari target ideal.

“Capaian ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Dengan potensi sumber air yang melimpah, seharusnya Kabupaten Solok mampu memberikan layanan yang lebih luas dan merata,” ujarnya.

Kabupaten Solok, lanjut Medison, memiliki keunggulan sumber daya air berupa danau, sungai, dan mata air pegunungan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan secara profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, persoalan klasik juga menjadi hambatan, yakni kondisi infrastruktur jaringan yang sudah menua. Sebagian besar pipa distribusi air diketahui telah berumur lebih dari satu dekade, bahkan mencapai 20 tahun.

“Jaringan kita sudah tua, dan ini berdampak langsung pada kualitas layanan. Ditambah lagi, dalam beberapa tahun terakhir belum ada penyertaan modal dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah kini mulai menyiapkan langkah konkret. Salah satunya melalui rencana penyertaan modal guna memperkuat kapasitas Perumda Tirta Solok Nan Indah.

Medison menyebut, Bupati Solok telah memberikan sinyal kuat untuk mendukung penguatan sektor air bersih, terutama dalam hal perbaikan jaringan dan peningkatan cakupan layanan.

“Ke depan, dukungan anggaran akan diarahkan untuk memperluas layanan air bersih, seiring dengan peningkatan kinerja Perumda,” katanya.

Pelantikan direksi ini diharapkan menjadi titik balik dalam percepatan pembangunan sektor air bersih di Kabupaten Solok, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan dasar yang layak, merata, dan berkelanjutan. (A3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *