Kabupaten Tanah Datar

Dari Jorong Patar ke Panggung Sumbar, Dasawisma Messra 6 Tunjukkan Kelasnya

15
×

Dari Jorong Patar ke Panggung Sumbar, Dasawisma Messra 6 Tunjukkan Kelasnya

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com //  Tanah Datar

Di tengah hujan yang mengguyur Nagari Situmbuk, semangat tak surut. Kelompok Dasawisma Messra 6 Jorong Patar, Kecamatan Salimpaung, resmi masuk enam besar nominasi Dasawisma Berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat. Tim penilai provinsi turun langsung melakukan verifikasi lapangan, Rabu (29/4), memastikan capaian yang tak sekadar indah di atas kertas.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua I TP PKK Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi, dan disambut langsung Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra. Kehadiran tim menjadi panggung pembuktian bahwa gerakan PKK di akar rumput masih hidup, bekerja, dan berdampak.

Bupati Eka Putra tak menutupi rasa bangganya. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari kerja kolektif, gotong royong, dan konsistensi kader di lapangan.

“Di tengah keterbatasan, mereka tetap bergerak. Ini bukan sekadar lomba, tapi cerminan kekuatan masyarakat membangun dari bawah,” tegasnya.

Lebih dari sekadar prestasi administratif, Dasawisma Messra 6 menunjukkan identitas kuat lewat pelestarian Sulaman Kapalo Samek—warisan budaya Nagari Situmbuk yang tetap bertahan di tengah gempuran produk modern. Bagi Eka Putra, ini adalah bentuk nyata ketahanan budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis lokal.

“Ini bukan hanya kerajinan, tapi perlawanan terhadap hilangnya jati diri,” ujarnya tajam.

Ketua TP PKK Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, menegaskan bahwa Dasawisma bukan sekadar struktur organisasi, melainkan ujung tombak perubahan sosial. Dari urusan pangan, kesehatan, pendidikan hingga percepatan penurunan stunting, semua bertumpu pada gerakan kecil yang konsisten.

“Dasawisma adalah jantung PKK. Di sanalah program benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai, Ny. Harneli Mahyeldi, menegaskan penilaian dilakukan secara substantif, bukan seremonial. Verifikasi lapangan menjadi kunci untuk memastikan implementasi 10 Program Pokok PKK berjalan nyata di kehidupan sehari-hari.

“Yang kami nilai adalah dampak, bukan sekadar laporan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, peran PKK semakin krusial di tengah tantangan sosial seperti narkoba, pergaulan bebas, dan krisis moral generasi muda.

“PKK harus hadir sebagai solusi. Pengawasan keluarga adalah benteng utama masa depan,” tegasnya.

Masuknya Dasawisma Messra 6 ke enam besar bukan hanya prestasi, tapi pesan kuat: ketika gerakan dimulai dari rumah, perubahan besar bukan lagi sekadar wacana(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *