Kabupaten Solok

Pelepasan 198 CJH Kabupaten Solok 2026: Haru, Doa, dan Harapan Menuju Tanah Suci

29
×

Pelepasan 198 CJH Kabupaten Solok 2026: Haru, Doa, dan Harapan Menuju Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
Foto : Bupati Solok Jon Firman Pandu lepas Jamaah Haji 2026 (dok Istimewa)

Solok, Relasipublik.com— Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Aula Lantai 1 Islamic Center Kabupaten Solok, Koto Baru, Sabtu (2/5/2026). Pemerintah Kabupaten Solok secara resmi melepas sebanyak 198 Calon Jamaah Haji (CJH) Tahun 2026 dalam sebuah prosesi yang sarat makna, menjadi awal perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, bersama unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si, M.Si, Sekretaris Daerah Medison, S.Sos, M.Si, jajaran kepala OPD, camat, hingga pimpinan Bank Penerima Setoran. Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi bentuk dukungan moril bagi para jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

Perjalanan Panjang Menuju Panggilan Ilahi

Dalam laporan resminya, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Solok, Sesmadewita, S.Sos.I, M.Ap, menyampaikan bahwa 198 jamaah tersebut didominasi oleh perempuan. Mereka terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 9 sebanyak 194 orang dan Kloter 14 sebanyak 2 orang.

Rentang usia jamaah pun cukup beragam. Jamaah tertua berusia 86 tahun, sementara yang termuda berusia 25 tahun sebuah gambaran bahwa panggilan haji melintasi batas usia dan latar belakang.

Seluruh jamaah telah melalui proses panjang selama kurang lebih sembilan bulan. Mulai dari administrasi hingga pemeriksaan kesehatan yang ketat, semuanya dilalui demi memastikan kesiapan fisik dan mental.

“Alhamdulillah, jamaah kita dalam keadaan sehat dan siap berangkat. Kita berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Sesmadewita.

Pesan Bupati: Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah

Dalam sambutannya, Bupati Solok menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas keberangkatan para jamaah. Ia menegaskan bahwa ibadah haji adalah panggilan suci yang tidak semua orang mendapat kesempatan untuk menjalaninya.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami merasa bangga dan bahagia dapat melepas Bapak dan Ibu. Ini adalah panggilan Allah SWT yang patut kita syukuri,” ungkapnya.

Bupati juga menitipkan pesan penting kepada para jamaah, mulai dari menjaga kesehatan, kekompakan, hingga mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan secara maksimal,” pesannya.

Tak hanya itu, para jamaah juga diingatkan untuk menjaga nama baik Kabupaten Solok selama berada di Tanah Suci. Ia berharap, para jamaah turut mendoakan daerah agar senantiasa diberkahi.

“Doakan Kabupaten Solok menjadi kampung halaman yang damai, sejuk, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” tambahnya.

Simbol Harapan dan Doa Restu

Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi pemasangan syal secara simbolis oleh Bupati Solok kepada jamaah tertua dan termuda. Tindakan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol doa restu dan harapan dari seluruh masyarakat Kabupaten Solok.

Tangis haru keluarga yang mengantar, pelukan hangat, serta lantunan doa menambah suasana emosional dalam pelepasan tersebut. Bagi para jamaah, ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin menuju kesempurnaan ibadah.

Harapan Menjadi Haji Mabrur

Dengan pelepasan ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, khusyuk, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Perjalanan ke Tanah Suci bukanlah akhir, melainkan awal dari perubahan menuju pribadi yang lebih baik membawa nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan ke tengah masyarakat. (A3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *