DPRD Kota PadangPariwara

Pimpinan DPRD Padang Jemput Aspirasi Warga, Infrastruktur dan Banjir Jadi Sorotan

13
×

Pimpinan DPRD Padang Jemput Aspirasi Warga, Infrastruktur dan Banjir Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Padang, relasipublik – Memasuki masa sidang III tahun 2026, jajaran pimpinan DPRD Kota Padang turun langsung ke daerah pemilihan masing-masing untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan reses yang berlangsung maraton pada Jum’at – Selasa tanggal 1-5 Mei 2026 itu dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Muharlion bersama para wakil ketua, yakni Mastilizal Aye, Osman Ayub, dan Jupri.

Dalam sejumlah pertemuan dengan warga, persoalan infrastruktur dasar mendominasi usulan masyarakat. Mulai dari penanggulangan banjir, perbaikan drainase, akses jalan darurat, hingga peningkatan fasilitas umum menjadi perhatian utama yang disampaikan warga di berbagai wilayah Kota Padang.

Dorong Jalur Evakuasi Alternatif di Dadok Tunggul Hitam

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, melaksanakan reses di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah. Kawasan tersebut menjadi perhatian karena kerap terdampak genangan air saat hujan deras. Dalam dialog bersama warga, Muharlion menyoroti pentingnya penanganan banjir sekaligus penyediaan jalur evakuasi alternatif.

Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion, S.Pd., melaksanakan kegiatan reses masa sidang III tahun 2026 salah satunya di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam. (Foto/Ist).

Menurutnya, selama ini mobilitas masyarakat masih bertumpu pada Jalan DPR yang sudah padat, terutama bagi warga yang menuju pusat pemerintahan. Karena itu, ia mendorong optimalisasi Jalan Heler yang terhubung ke Bypass Aia Pacah.

“Ada alternatif jalan lain, yakni Jalan Heler yang menghubungkan akses hingga ke Bypass Aia Pacah. Jika jalur tersebut diperbaiki dan dibangun jembatan, maka dapat mengurai kemacetan sekaligus menjadi jalur evakuasi yang efektif,” ujar Muharlion.
Selain persoalan akses jalan, warga juga mengusulkan betonisasi jalan lingkungan, perbaikan drainase, renovasi musala dan masjid, dukungan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga pembangunan gedung mandiri PAUD Terintegrasi.

Muharlion memastikan sebagian aspirasi masyarakat telah masuk dalam APBD 2026. Sementara usulan lainnya akan diperjuangkan melalui APBD Perubahan 2026 maupun APBD 2027. Reses tersebut turut dihadiri unsur kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, RT/RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Reses Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye di SMAN 5 Padang

Nuansa hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai reses Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, yang digelar di almamaternya sendiri, SMAN 5 Padang, Minggu (3/5/2026).

Reses Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, SH SMAN 5 Padang. (Foto/Ist)

Melalui kegiatan tersebut, DPRD Kota Padang menunjukkan bahwa reses tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi, tetapi juga momentum memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat dan dunia pendidikan.

Dalam dialog bersama guru dan siswa, Mastilizal Aye menekankan pentingnya pendidikan dalam menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing di masa depan.

Ia juga membuka ruang bagi pihak sekolah untuk menyampaikan kebutuhan terkait sarana prasarana dan penguatan kualitas pendidikan.

Kepala SMAN 5 Padang, Walmukminin, mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Padang tersebut.

“Ini bukan sekadar kunjungan reses, tetapi bentuk nyata kepedulian seorang alumni terhadap kemajuan almamaternya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bidang SMK Sumatera Barat, Suryanto, yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, sehingga menambah nilai strategis dalam upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kota Padang.

Osman Ayub Tinjau Penanganan Banjir dan Fasilitas Keagamaan

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, memanfaatkan momentum reses untuk meninjau langsung kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Dalam kunjungan tersebut, ia menerima aspirasi pengurus Masjid Raya Pasa Gadang terkait pembangunan atap kanopi yang menghubungkan tangga lantai dasar menuju teras lantai dua masjid.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub laksanakan kegiatan reses III 2026 di Kelurahan Pasa Gadang. (Foto/Ist).

Menurut Osman, pembangunan kanopi penting dilakukan guna melindungi bagian bangunan dari kerusakan akibat curah hujan tinggi. Ia meminta pengurus masjid segera menyiapkan proposal agar bantuan dapat diperjuangkan melalui dana pokok pikiran (pokir) pada APBD Perubahan 2026 atau APBD 2027.

Tak hanya menyerap usulan baru, Osman juga meninjau realisasi bantuan renovasi Pondok Tahfiz Masjid Raya Pasa Gadang yang sebelumnya diperjuangkan melalui dana pokir DPRD. Bantuan senilai Rp20 juta tersebut telah disalurkan pada Ramadan lalu.

“Ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses benar-benar diperjuangkan dan direalisasikan,” kata Osman.

Ia juga mengapresiasi tingginya semangat gotong royong warga dalam pembangunan fasilitas keagamaan. Peninjauan tersebut dihadiri Camat Padang Selatan, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan warga setempat.

Sementara itu, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD terhadap pembangunan sarana pendidikan keagamaan. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kota Padang dalam membentuk generasi islami melalui program Smart Surau dan Subuh Mubarokah.

Warga Tanjung Saba Pitameh Keluhkan Jalan dan PJU

Di lokasi berbeda, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri menggelar reses di Musala Nurul Yaqin, RW II Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah keluhan terkait fasilitas publik yang dinilai membahayakan keselamatan.

Reses Reses Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, S. AP., di Mushalla Nurul Yaqin RW II Kelurahan Tanjung Saba,l Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, pada Senin (4/5/2026). (Foto/Ist).

Kerusakan jalan dan drainase tersumbat menjadi persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat karena sering menimbulkan genangan air saat hujan. Selain itu, warga juga meminta perbaikan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di sejumlah titik sepanjang RW II.

Tak hanya itu, masyarakat turut mengusulkan bantuan renovasi musala serta dukungan dana untuk kegiatan kongsi kematian.

Menanggapi aspirasi tersebut, Jupri menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan warga melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

“Reses ini menjadi agenda penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat demi kemajuan Kota Padang. Seluruh aspirasi yang mendesak telah dicatat dan akan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Jupri.

Melalui reses yang dilakukan seluruh unsur pimpinan DPRD Kota Padang ini, diharapkan sinergi antara legislatif dan eksekutif semakin kuat dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur dan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *