Kabupaten Solok

Ada 1.554 Keluarga Penerima, Ini Manfaat 30 Kg Beras CPP di Paninggahan

4
×

Ada 1.554 Keluarga Penerima, Ini Manfaat 30 Kg Beras CPP di Paninggahan

Sebarkan artikel ini
Foto : Istimewa

Solok, Relasipublik.com – Sebanyak 1.554 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, mendapat alokasi 30 kilogram beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk pemenuhan kebutuhan pangan selama tiga bulan. Penyaluran berlangsung Senin (14/9/2026) dan turut didistribusikan Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Kurniati Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si.

Bagi sebagian keluarga, beras bukan sekadar komoditas yang mengisi dapur. Ia menjadi kebutuhan utama yang hampir setiap hari harus tersedia di meja makan.

Karena itu, tambahan 30 kilogram yang diperuntukkan selama tiga bulan tersebut memiliki arti tersendiri bagi ribuan rumah tangga di Paninggahan. Setidaknya, sebagian kebutuhan pokok dapat terpenuhi sehingga pengeluaran keluarga untuk membeli beras bisa ditekan.

Skema itu memberikan alokasi sekitar 10 kilogram setiap bulan bagi masing-masing penerima. Jumlah tersebut diharapkan menjadi penyangga kebutuhan rumah tangga, terutama bagi keluarga yang harus membagi penghasilan untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok dan tekanan pengeluaran rumah tangga, akses terhadap pangan menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian pemerintah. Program CPP hadir untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan pokok sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi keluarga.

Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Kurniati Jon Firman Pandu, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya distribusi tersebut. Ia menilai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian penting dari upaya membangun kesejahteraan.

Menurutnya, beras yang diterima hendaknya digunakan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ia juga mengingatkan agar mekanisme pembagian berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Semoga bantuan ini membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Kabupaten Solok dan menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam meningkatkan kesejahteraan serta ketahanan pangan daerah,” ujar Ny. Kurniati.

Lebih dari sekadar membantu isi dapur, CPP juga memiliki fungsi dalam menjaga keseimbangan pasokan pangan. Kebijakan tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional dengan penugasan kepada Perum BULOG.

Selain menyasar masyarakat yang membutuhkan, kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan komoditas, mendukung stabilitas harga serta mempertahankan daya beli masyarakat.
Dari sisi pemerintah daerah, pengawasan menjadi bagian yang tidak kalah penting. Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Ir. Syoufitri, MM., mengatakan distribusi harus mampu memberikan manfaat sebagaimana tujuan program.

Ia menekankan pentingnya ketepatan data penerima sehingga hak masyarakat yang telah ditetapkan dapat diterima secara proporsional. “Kami berharap pendistribusian berjalan tertib, transparan dan tepat sasaran,” ujar Syoufitri.

Pemerintah Kabupaten Solok, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam memastikan proses tersebut berjalan sesuai ketentuan, termasuk pada tahap pengawasan di lapangan.

Bagi 1.554 keluarga di Paninggahan, paket beras tersebut hadir sebagai tambahan kekuatan untuk melewati kebutuhan tiga bulan ke depan. Nilainya bukan hanya terletak pada jumlah kilogram yang diterima, tetapi pada manfaat yang dirasakan ketika sebagian kebutuhan pokok sudah tersedia di rumah.

Dari dapur-dapur warga, upaya menjaga ketahanan pangan keluarga pun mendapat dukungan. Pemerintah berharap langkah tersebut tidak berhenti pada distribusi semata, tetapi ikut mendorong kondisi masyarakat yang lebih aman dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. (A3)